
Oleh : Fina Mazida Husna
Tidak semua orang mempunyai kepercaan diri yang tinggi pada diri sendiri. Menaruh kepercayaan kepada diri sendiri bukanlah hal yang mudah. Sebagian orang misalnya, ketika ditimpa persoalan justru mencari orang lain untuk memberikan solusi, bukan mencari solusi dalam diri sendiri, karena merasa diri tidak mampu menghadapi masalah tersebut sendirian. Ada pula pribadi yang sedari awal telah lama hilang kepercayaan terhadap diri sendiri karena berbagai faktor. Padahal percaya pada diri adalah termasuk faktor yang paling dominan dalam menentukan masa depan kita kelak.
Kitab Thawwir Nafsaka Bi Nafsik punya tips menarik terkait persoalan percaya diri. Kitab karangan syekh Muhammad Baduwilan yang terbit di Riyadh, Arab Saudi tahun 2011 ini menempatkan “kepercayaan terhadap diri sendiri” dalam bab awal seni berinteraksi dengan orang lain. Ini artinya sifat percaya diri yang baik itu menjadi fondasi awal membangun interaksi kepada orang lain. Yang membuat istimewa, kitab ini selain penyusunannya menggunakan bahasa Arab modern yang lugas juga ramuan di dalamnya.
Penulis berhasil memberikan gambaran persoalan-persoalan dalam pribadi seseorang serta solusi-solusinya yang diambil dari berbagai pemikiran para ulama, intelektual, dan ajaran-ajaran Islam. Bagaimana mengembalikan rasa percaya diri kita? jika Anda termasuk dalam pribadi yang kurang percaya diri dalam hal apapun, tidak ada salahnya mencoba tips-tips berikut ini yang penulis sarikan dari kitab Thawwir Nafsaka Bi Nafsik yang menurut penulis relevan untuk berbagai usia agar menjadi muslim yang berkualitas dan percaya diri.
1. Pada dasarnya kita semua tidak akan dibebani oleh Allah dengan sesuatu yang kita sendiri tidak mampu mengatasinya.
2. Libatkanlah anggota keluarga dalam hal menentukan hal-hal yang terpenting dalam hidup.
3. Menjauhi orang-orang yang kerap kali mencela, memanggil nama kita dengan berbagai julukan, dan pribadi yang suka mengejek orang lain.
4. Jadilah pribadi yang mandiri. Yaitu bergantung pada diri sendiri dalam menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi.
5. Berpatisipasi (ikut serta) dalam langkah-langkah yang akan ditempuh untuk masa depan keluarga kita.
6. Tidak perlu menjadi pribadi yang gampang menerima orang-orang yang senang memberi “julukan” kepada orang lain dengan tidak masuk akal, pertahankan harga dirimu berapapun harganya.
7. Libatkan diri dalam berbagai kegiatan sosial secara efektif dan berikan ide-ide terbaikmu di sana.
8. Cobalah untuk bergantung pada diri sendiri dalam melaksanakan berbagai pekerjaan (kegiatan) yang memang itu bidangmu. Tak perlu menunggu bantuan orang dewasa.
9. Hadapi masalahmu dan selesaikan sendiri tanpa menunggu bantuan dari seseorang.
10. Cobalah menelaah kehidupan orang-orang yang mempunyai kepercaan diri yang tinggi pada diri sendiri.
11. Melibatkan diri dalam berbagai kegiatan yang menurutmu menyenangkan. Misal, olah raga, kepramukaan, berkemah, perayaan-perayaan keagamaan maupun non keagamaan, karena hal itu secara tidak langsung akan membentuk kepribadianmu dan memperkuat rasa percaya dirimu.
12. Belajar mengungkapkan ide-idemu dan tidak perlu khawatir atau takut dengan kritik.
13. Tidak perlu menaruh perhatian pada apa yang dipikirkan lawan jenis ketika kita berbicara kepada mereka.
14. Jika kamu mempunyai cacat atau kekurangan, tidak perlu fokus pada hal itu. Betapa banyak orang-orang terkenal yang dapat melalui kekurangan-kekurangannya dan menjadi orang terkenal.
15. Jangan mengundang orang lain untuk ikut campur dalam persoalan-persoalanmu.
16. Cobalah mengambil manfaat dari setiap kesempatan yang tersedia.
17. Tanamkan dalam dirimu (utamakan) teladan yang baik sehingga orang dapat mengambil manfaat dari kepribadianmu.
18. Jauhi orang-orang yang suka menguasai (memerintah).
19. Hormati identitasmu seperti tanah air, bahasa, agama, afiliansi keluarga dan hal-hal lain yang masih berkaitan denganmu dan jangan menyalahgunakannya.
20. Jangan bimbang dengan keputusanmu.
21. Cobalah untuk menjadikan semua pekerjaanmu berjalan dengan sukses dan senantiasa kreatif.
22. Ulangilah kata-kata berikut ini, “Aku sangat percaya pada diriku”, dan fokus dalam mengucapkannya.
23. Sebelum memulai pembicaraan, bacalah doa berikut:
??? ???? ?? ???? ??????? ???? ???? ???? ?? ????? ?????? ????
Ya, Allah lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku suapaya mereka mengerti perkataanku. (Q.S Taha Ayat 25-28)
Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bis shawab.
Penulis adalah Sekretaris Forum Daiyah Fatayat NU (Fordaf) Kendal