Suatu Ihtiar Mewujudkan Mimpi Lazisnu Kendal


Oleh: H. Mahrus Ali

Pada era kepengurusan Lazisnu PCNU Kendal dikomandoi oleh Khusnul Huda, pernah mengadakan studi banding ke lazisnu Magelang dan Cilacap. Tujuannya adalah untuk mengadopsi program- program Lazisnu kedua kabupaten tersebut yang sempat viral diantaranya kedua kabupaten tersebut mampu mengumpulkan uang koin warga sebesar 1 milyar setiap bulannya. Ini sangat fantastis, celetuk salah satu peserta dari Kendal.

Sampai sa’at ini impian lazisnu Kendal masih terjerembab dalam alam khayal oleh para pengurusnya. Bukan berarti para pengurus Lazisnu tidak ada upaya untuk mengatasi kejumudan yang kebanyakan ada pada pengurus tingkat kecamatan, lazisnu MWCnya.

Gebrakan Program

Lazisnu Kabupaten Kendal pada era ini dipimpin oleh H. Abidin, S.Pd., M.Si, yang telah mengadakan program- program gebrakan untuk mencairkan kebekuan yang dialami di beberapa Lazisnu MWC atau tingkat kecamatan. Secara terprogram dan berkala telah dilaksanakan di seluruh lazisnu MWC sekabupaten Kendal yaitu dengan program monitoring dan pendampingan. Alhamdulillah dengan 2 program tersebut walaupun secara “merangkak” sudah mulai berbenah di sebagian MWC.

Ada beberapa pengurus Lazisnu cabang yang kurang “sronto” terhadap apa yang telah dilakukan oleh Lazisnu cabang tersebut. Menurutnya hal tersebut tidak sesuai dengan perkembangan eskalasi dunia sekarang yang serba cepat.

Sebagaimana yang sering penulis share di group WA “Berita NU Kendal” maupun di group WA “New Komunitas Lazisnu Kendal” kondisi Lazisnu tiap bulan. Dan bulan Desember 2023, kondisi Lazisnu cabang yang seluruhnya berjumlah 20 MWC. Bulan Desember 2023 ini MWC yang tidak setor ada 5 MWC, MWC yang setor 1 ranting ada 3 MWC, dan yang setor 2 ranting ada 2 MWC. Dan MWC yang setornya selalu menduduki peringkat pertama adalah Lazisnu MWC Kangkung, kisaran setornya adalah 33 jutaan. Untuk bahan bandingan saja 30an juta kalau di kabupaten Magelang MWC yang paling rendah. Sementara di Kendal paling tinggi.

Sebuah Renungan

Sebagai orang yang berkecimpung dalam Lazisnu cabang kadang punya sebersit renungan di kepala penulis, tentu saja dalam ihtiar untuk mewujudkan mimpi Lazisnu cabang. Memang secara eksplisit tidak terprogram, tapi secara implisit Lazisnu cabang punya keinginan untuk menggapai apa yang telah digapai oleh Magelang dan Cilacap. Hal itu diwujudkan dalam studi banding di kedua kabupaten tersebut.

Seandainya semua pengurus cabang, dari pengurus harian sampai pengurus pleno. Dari seluruh anggota A’wan sampai seluruh anggota Mustasyar turun gunung (ma’af poro yai, bukan berarti selama ini tidak berkontribusi), mohon “jawel” pengurus lazisnu di setiap ranting/ desa yang belum bernahdhoh/ bergerak atau belum berkhidmat dalam program kaleng sedekah lazisnu. Ingat bahwa lazisnu sudah mencanangkan program sehari seribu oleh Lazisnu yang disyahkan oleh PCNU. Untuk itu kewajiban kita adalah sam’an wa thoatan pada para syuriah.

Untuk pengurus Tanfidhiah dari harian sampai pleno, dan seluruh pengurus lembaga dan lembaga khusus mohon dari PCNU untuk memberi tugas ekstra untuk menjadi pendamping di lazisnu ranting dimana pengurus itu tinggal. Sangat aneh kalau ada lazisnu ranting program kaleng sedekah belum jalan, padahal di ranting tersebut ada pengurus cabang. Sekali lagi ini sangat aneh!.

Jangan berkutat pada struktural saja. Sementara di ranting program- program banyak yang keteteran. Fungsional kita ditunggu oleh orang- orang ranting. Semoga Laziznu cabang mampu mengubah mimpinya. InsyAllah.


Penulis adalah Wakil Ketua Lazisnu Kendal

Informasi Lainnya

Banser dan Natal: Khidmah Kemanusiaan Tanpa...

Oleh: Anis Hidayati Barisan Ansor Serbaguna (Banser) merupakan lembaga semi-otonom di bawah naungan Gerakan Pemuda (GP) Ansor, badan otonom...

Bola Liar Konflik PBNU dan Harapan Nahdliyyin...

Oleh: M. Irhamni Sabil, S.Sy., MH Sudah hampir satu bulan konflik yang menerpa jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bergulir di ruang...

Seni Merawat Khidmah: Ikhtiar Menghidupkan...

Oleh: M. Adib Shofwan Khidmah di Nahdlatul Ulama bukan sekadar soal niat baik, tetapi juga membutuhkan seni, gagasan kreatif, dan strategi yang...

Gus Dur, sudah Lama Jadi Pahlawan Rakyat

Desember identik dengan bulan Gus Dur. Khaul ke-16 tahun ini digelar di mana-mana .Majalah AULA edisi bulan Desember tak absen mengangkat tema...

Advertisement

Press ESC to close