
Oleh: H. Mahrus Ali
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kendal yang dinakhodai Dr. Muh. Mustamsikin melibatkan ulama, pegiat media sosial dan intelektual. Dalam setiap ceramahnya, mereka sering memunculkan hal- hal baru (minimal menurut penulis) seperti yang disampaikan Rois Syuriyah K.H. Moh Danial Royyan.
Pada Sabtu (16/12/2023), PCNU Kendal menggelar Evaluasi Kerja Triwulan pertama di Pondok Pesantren Darul Amanah, Sukorejo. Evaluasi Kerja Triwulan sekali tersebut ke depan akan digilir dalam kelompok MWC. Ini merupakan langkah baik untuk membenahi atau mengoptimalisasi kerja PCNU secara keseluruhan. Setiap kerja lembaga akan dievaluasi dalam forum ini.
Tri Wulan PCNU Kendal di Sukorejo tersebut terbagi menjadi 3 komisi. Komisi A membidangi Bahtsul Masail, Komisi B program dan Komisi C bidang organisasi. Kebetulan penulis masuk dalam Komisi C.
Komisi C dipimpin Katib Syuriah PCNU Kendal KH Abdul Majid dibantu Sekjen PCNU Kendal Abdul Said sebagai sekretaris komisi. Beberapa kesepakatan dalam komisi C diantaranya pelaksanaan pembangunan RSNU dan optimalisasi kerja Lazisnu Cabang. Upaya pencarian dana untuk RSNU telah melahirkan beberapa kesepakatan, yaitu:
1. MWC yang belum lunas pada waktu proses pembelian tanah RSNU untuk segera melunasi. Akan menjadi preseden buruk di kemudian hari kalau hal itu tidak segera diselesaikan. PCNU akan segera membentuk team untuk menyelesaikannya.
2. MWC disilakan secara teknis dalam pencarian dana tersebut melibatkan masyarakat, bisa dengan tahlil massal, ziarah, pengajian dan penerbitan sertifikat wakaf.
3. PCNU akan mengundang pengusaha- pengusaha NU untuk mengadakan lelangan. Selama ini yang menjadi penopang RSNU adalah para warga yang notabene adalah para akar rumput NU.
Optimalisasi Lazisnu Cabang
Sebenarnya Lazisnu Cabang Kendal sudah mengeluarkan jurus untuk mengoptimalisasi MWC se-Kabupaten Kendal. Pertama dengan monitoring ke MWC sekabupaten. Dalam program monitoring, Lazisnu Cabang memberikan bimbingan dalam konteks cara menggerakkan warga agar senang bersedekah melalui Lazisnu dan memberikan bimbingan teknis administrasi pembuatan laporan keuangan.
Kedua, dengan pendampingan. Dalam hal pendampingan, Lazisnu Cabang mengutus dua/satu orang untuk mendampingi Lazisnu MWC baik yang sudah berjalan atau yang masih “siap”. Istilah “siap” ini sempat viral, karena MWC tertentu selalu mengatakan siap dan sampai saat ini (kurang lebih 2 bulanan) belum berjalan. Mohon kita belajar satukan tindakan dengan ucapan. Kita perlu belajar “sam’an wa thoatan” pada para kiai. Masalahnya, program- program Lazisnu juga mendapat restu dari para kiai.
Sampai saat ini ada 5 MWC yang masih tiarap kerja Lazisnu-nya, belum pernah setor sedekah ke Weleri Makmur sebagai mitra awal Lazisnu. Untuk itu, dimohon para kiai, Rois Syuriah MWC untuk membimbing dan diminta pencerahannya pada Lazisnu di wilayahnya.
Demikian sekelumit catatan dari Komisi C. Semoga dengan sekelumit tulisan ini dapat menggugah kita untuk ber-Lazisnu. Besarkan NU lewat Lazisnu. Semoga.

Penulis adalah Wakil Ketua MWC NU Kangkung dan Wakil Ketua Lazisnu PCNU Kendal.