Kekerasan Terhadap Guru, Bagaimana Seharusnya Sikap Orang Tua?

...

Oleh: Anomadi

Peran guru diakui sebagai tonggak penting dalam membentuk masa depan generasi muda. Namun, realitas yang seringkali tidak terungkap adalah betapa beratnya beban yang harus dipikul oleh para guru, terutama ketika dukungan dari orang tua siswa terbatas.

Dalam artikel ini, kita akan memandang lebih dekat betapa guru tetap memberikan contoh yang baik meski menghadapi tantangan dalam mendapatkan dukungan dari lingkungan di rumah.

Kadang-kadang, situasi di dalam kelas dapat menjadi rumit dan menantang, terutama saat siswa berperilaku tidak sesuai aturan. Ada guru yang menghadapi situasi yang lebih berat, bahkan harus menghadapi tindakan eksternal seperti dilaporkan kepada pihak kepolisian. Bagi guru-guru ini, tindakan yang diambil adalah langkah terakhir dengan maksud untuk menjaga kedisiplinan dan keamanan di dalam kelas.

Kejadian bulan lalu, di SMA Rejang Lebong, Bengkulu pada 1 Agustus 2023 yang lalu mencerminkan situasi mengkhawatirkan dimana seorang guru menjadi korban serangan fisik oleh orang tua murid. Insiden ini terjadi ketika seorang guru berusaha menegur siswa yang tengah merokok di belakang sekolah selama jam belajar.

Pelaku menggunakan ketapel untuk melepaskan peluru ke arah mata sang guru, yang mengakibatkan kerusakan serius pada mata sebelah kanan. Bahkan lebih tragis lagi, pelaku tidak berhenti sampai di situ. Ia juga mengancam sang guru dengan senjata tajam. Akibat kejadian ini, sang guru terpaksa menjalani operasi pengangkatan bola mata sebelah kanan karena kerusakan yang ditimbulkan oleh peluru dari ketapel. Sayangnya, kondisi ini mengakibatkan cacat permanen pada mata sebelah kanan sang guru, yang mengalami kerusakan parah akibat serangan tersebut.

Kejadian ini menggambarkan sejauh mana eskalasi ketidaksetujuan dan kekerasan dapat berdampak pada kehidupan seseorang. Guru-guru adalah pilar pendidikan dan pengembangan karakter, dan mereka harus dapat melakukan tugas mereka dalam lingkungan yang aman dan menghormati. Serangan seperti ini tidak hanya merugikan individu yang menjadi korban, tetapi juga merusak integritas dan martabat profesi pendidik secara keseluruhan.

Seharusnya ketika orang tua / wali murid sudah menitipkan anaknya untuk belajar di sekolah, maka segala kebijakan yang digunakan oleh guru melalui sekolah adalah wewenang sekolah. Toh, sudah pasti sekolah menggunakan standar aturan sesuai dengan ketentuan Kemendikbud, sehingga tidak akan sembrono dalam memberikan sikap tegas kepada siswa yang melanggar aturan kedisiplinan.

Ketika orang tua cenderung membela anaknya secara egois, maka akan membentuk karakter negatif kepada sang anak yang nantinya terbentuk sikap-sikap arogan dan sikap buruk lainnya. Lantas bagaimana nantinya masa depan anak-anak kita ketika dewasa nanti jika kita sebagai orang tua cenderung memanjakan mereka.

Sebagai wacana, di dunia pesantren, wali santri yang tidak percaya bahkan sampai protes dengan kebijakan kedisiplinan pondok, maka hal ini bisa berdampak pada kurang berkahnya doa dan cita-cita untuk menjadikan santri seorang alim yang bermanfaat.

Meski harus menghadapi tantangan dan kendala, guru yang memberikan contoh yang baik tetap teguh dalam misi mendidik, membimbing, dan memberikan pengaruh positif bagi siswa. Dedikasi guru adalah suatu kehormatan dan inspirasi bagi seluruh komunitas pendidikan. Oleh karena itu, perlu bagi kita semua untuk menghargai peran dan upaya guru, serta mendukung mereka dalam menjalankan tanggung jawab mulia ini meski dalam situasi yang tidak mudah.

Penulis adalah Guru Produktif Kuliner SMK NU 01 Kendal

Informasi Lainnya

Banser dan Natal: Khidmah Kemanusiaan Tanpa...

Oleh: Anis Hidayati Barisan Ansor Serbaguna (Banser) merupakan lembaga semi-otonom di bawah naungan Gerakan Pemuda (GP) Ansor, badan otonom...

Bola Liar Konflik PBNU dan Harapan Nahdliyyin...

Oleh: M. Irhamni Sabil, S.Sy., MH Sudah hampir satu bulan konflik yang menerpa jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bergulir di ruang...

Seni Merawat Khidmah: Ikhtiar Menghidupkan...

Oleh: M. Adib Shofwan Khidmah di Nahdlatul Ulama bukan sekadar soal niat baik, tetapi juga membutuhkan seni, gagasan kreatif, dan strategi yang...

Gus Dur, sudah Lama Jadi Pahlawan Rakyat

Desember identik dengan bulan Gus Dur. Khaul ke-16 tahun ini digelar di mana-mana .Majalah AULA edisi bulan Desember tak absen mengangkat tema...

Advertisement

Press ESC to close