Oleh: Drs. H. Mahrus Ali
Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) merupakan departemen NU yang tergolong baru. Dulu termasuk dalam “garapan” lembaga mabarot. Lembaga mabarot terlalu luas untuk sebuah lembaga sehingga mengalami pemecahan bidang, diantaranya Lazisnu itu sendiri. Hal ini menjadikan Lazisnu sebagai departemen baru, tapi keberadaannya merupakan lembaga “primadona”, kalau istilah penulis lembaga yang tergolong “mulia”.
Kenapa?
Dalam literatur keislaman klasik dikisahkan, pada suatu waktu, nabi Musa bertanya kepada Allah SWT. Kita tahu bahwa rasul/nabi yang sering bertanya dan tergolong “berani” kepada Allah adalah nabi Musa AS. Pernah nabi Musa meminta kepada Allah, agar menampakkan wujudnya dihadapan nabi Musa. Awalnya Allah menolak permintaan tersebut. Nabi Musa terus mendesak dan akhirnya menuruti permintaan kekasihnya tersebut.
Nabi Musa disuruh memejamkan matanya, jangan dibuka sebelum aku (Allah) memberi kode untuk membukanya. Begitu kode disampaikan pada nabi Musa, dan membuka matanya, maka meledaklah gunung yang ada dihadapan nabi Musa. Ini artinya apa. Atmosfir dunia tidak mampu menerima substansi Allah itu sendiri.
“Ya Allah diantara amalan- amalan yang telah aku lakukan, amalan apa yang paling disukai oleh Allah,” tanya nabi Musa AS. “Saya sudah mengerjakan salat, puasa, juga mengeluarkan zakat,” lanjut nabi Musa.
Salat yang kamu lakukan itu hakekatnya untuk kepentingan kamu (Musa). Biar kamu dalam perjalanan hidup bisa mencegah perbuatan keji dan mungkar. Puasa yang kamu lakukan juga untuk kepentingan kamu. Biar kamu dapat menjadi manusia yang penuh toleran dan punya rasa welas asih kepada sesama.
Kalau zakat yang aku berikan pada fakir miskin, ya Allah, pinta penjelasan Musa pada Allah SWT. Zakat yang kamu tunaikan itu hakekatnya juga untuk kepentingan kamu. Kenapa? Karena dengan kamu memberi zakat, maka kohesi sosial akan terajut dengan kuat. Jelas Allah pada nabi Musa.
Jadi amalan yang paling disukai Allah?. Ketika kamu memberi sedekah, santunan kepada orang yang sangat membutuhkan. Sa’at itu saya (Allah) berada disamping orang yang kamu santuni dengan senyum bahagia.Ternyata Allah sangat mencintai pada orang yang sangat derma pada orang- orang yang sangat membutuhkan.
Lazisnu adalah lembaga yang ada dalam NU, secara khusus bertugas untuk mewujudkan “keinginan” Allah yang telah disampaikan pada nabi Musa AS di atas. Ada 4 pilar program lazisnu. Yakni pendidikan, tanggap bencana, kesehatan dan ekonomi.
Pendidikan, memberikan dorongan dan dana pada anak usia sekolah di lingkungan masyarakat. Tanggap bencana, menyalurkan donasi dan perlindungan pada warga masyarakat yang terdampak, baik itu tanah longsor, banjir, angin, maupun kebakaran. Kesehatan, membantu warga yang terkena penyakit. Mengantarkan pasien ke RS maupun pengobatan alternatif dengan ambulans yang sudah banyak dimiliki oleh Lazisnu dan warga tidak dipungut biaya. Ekonomi, memberikan pendampingan baik dana maupun keterampilan pada warga yang memiliki usaha agar bisa mengembangkan usahanya.
Lirikan Lazisnu Kendal
Ada beberapan besutan yang dilirik oleh Lazisnu PCNU Kendal. Pertama, akan mengeksplor kemampuan warga dalam bersumbangsih “kaleng sedekah” dengan cara menyapa warga secara intensif agar warga ada rasa tergugah dan senang untuk bersedekah. Untuk itu, Lazisnu Kendal akan merangkul para syuriah untuk menyapa warga.
Pada acara halalbihalal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang diadakan di UIN Walisongo Semarang beberapa waktu lalu, Rois Am KH Miftahul Ahyar dalam sambutannya mengatakan, sekarang ini organisasi kita sedang mengalami krisis mental, yaitu banyak di kalangan kita yang tidak mengindahkan aturan organisasi atau pitutur kiai, jauh dari sikap sami’na wa atho’na. Akan lahir kemaslahatan sosial kalau ada sami’na wa atho’na. Bahkan Ketum PBNU menimpali akan terjadi “laknat sosial” di masyarakat kalau sami’na wa atho’na pada kiai atau aturan organisasi tidak kita junjung tinggi.
Selama ini kaleng sedekah berjalan agak terseok. Bahkan ada beberapa kecamatan/MWC yang sama sekali zong/kosong. Padahal kita tahu bahwa program Lazisnu itu atas yustifikasi syuriah atau dapat restu para kiai. Kadang penulis juga tidak mampu berpikir, satu kecamatan ada 15 desa, masak tidak ada yang “nahdhoh” untuk bersedekah dengan kaleng Lazisnu. Ada apa dengan MWC-nya?
Untuk menstimulan gerakan gemar bersedekah kaleng Lazisnu, Lazisnu cabang telah menyepati kenaikan sharing. Ranting yang tadinya 45% menjadi 55%. Lazisnu MWC yang tadinya 10% menjadi 20%. PCNU yang tadinya tidak dikapling, sekarang berdasarkan keputusan dalam Rakercab kemarin diberi 2%. Itulah beberapa cara untuk mendongkrak agar kemaslahatan warga cepat terlaksana.
Dalam lintasan di benak penulis, mampukah Lazisnu Kendal membuntuti hasil perolehan kaleng sedekah Lazisnu Cabang Magelang?. Padahal di Kabupaten Magelang cukup potensial masyarakat Budha. Sekarang kabupaten Magelang selain perolehan Lazisnu yang bagitu fantastis yaitu lebih dari 1 Milyar dalam setiap bulannya. Juga sudah memiliki beberapa armada Bus yang cukup membanggakan.
Gairahkan Lazisnu di semua tingkatan mulai desa, kecamatan dan pengurus Lazisnu Kabupaten Kendal. Kalau desa mampu meraup 5 jutaan tiap bulan, maka Lazisnu MWC akan meraup sekitar 75 jutaan. Se-kabupaten akan meraup 1,5 milyar. Mampukah?. Jawabannya tinggal kita. Insyallah Kendal akan memiliki armada bus seperti Magelang. Semoga.
Penulis adalah Wakil Ketua Lazisnu Kendal.