Maafkan Aku Ya Ramadan

...

Oleh: Yusuf Setia Budi Maafkan aku Ya Ramadan, Maafkan aku Yang selama ini pura-pura bahagia menyambutmu Maafkan aku Yang selama ini pura-pura sedih Saat kau akan segera berlalu Maafkan aku Ya Ramadan Yang selama ini hanya secara seremoni Menjalankan kebiasaan tentangmu Tanpa setitikpun masuk nilai-nilai hikmahmu dalam kalbu Ramadan, Izinkan aku tetap menyambutmu Bila Tuhan beri kesempatan jumpa lalu sentuhlah aku dengan hembusan terlembutmu

Informasi Lainnya

Banser dan Natal: Khidmah Kemanusiaan Tanpa...

Oleh: Anis Hidayati Barisan Ansor Serbaguna (Banser) merupakan lembaga semi-otonom di bawah naungan Gerakan Pemuda (GP) Ansor, badan otonom...

Bola Liar Konflik PBNU dan Harapan Nahdliyyin...

Oleh: M. Irhamni Sabil, S.Sy., MH Sudah hampir satu bulan konflik yang menerpa jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bergulir di ruang...

Seni Merawat Khidmah: Ikhtiar Menghidupkan...

Oleh: M. Adib Shofwan Khidmah di Nahdlatul Ulama bukan sekadar soal niat baik, tetapi juga membutuhkan seni, gagasan kreatif, dan strategi yang...

Gus Dur, sudah Lama Jadi Pahlawan Rakyat

Desember identik dengan bulan Gus Dur. Khaul ke-16 tahun ini digelar di mana-mana .Majalah AULA edisi bulan Desember tak absen mengangkat tema...

Advertisement

Press ESC to close