Oleh: Yusuf Setia Budi Organisasi adalah suatu kesatuan atau susunan yang terdiri atas orang-orang dalam perkumpulan untuk mencapai tujuan bersama, sehingga sangat tidak mungkin suatu tujuan terlaksana tanpa adanya sistem yang terorganisir. Pentingnya organisasi pernah disampaikan Sayyidina Ali RA bahwa, "Kebaikan yang tidak terorganisir, akan mudah dikalahkan oleh kejahatan yang terorganisir". Sehingga sebaik apapun maksud dan tujuan kita jika tidak terorganisir akan terpatahkan oleh orang-orang jahat yang terorganisir. Diera milenial ini, banyak pemuda yang enggan terjun dalam organisasi dikarenakan berbagai faktor mulai yang lebih nyaman dengan kesendirian, sibuk dengan keseharian, atau karena enggan menghadapi gesekan-gesekan yang akan timbul. Mantan Ketua PAC Ansor Kecamatan Kendal, Sarbini dalam sebuah kesempatan di kediamanya kepada penulis pernah menjelaskan bahwa memang perkumpulan yang melibatkan lebih dari satu pimpinan rawan akan gesekan. Namun justru hal itulah yang nantinya akan mendewasakan kita. Dengan tetap teguh dalam organisasi, sanggup menghadapi semua problematika yang ada, maka kita akan terlatih menjalani kehidupan bermasyarakat yang sesungguhnya. Demikian pula yang disampaikan pengurus harian Rijalul Ansor Kabupaten Kendal, Kiai Muhyidin. "Hidup adalah menghadapi masalah dengan lillah", katanya. Hal ini berarti tidak hanya berorganisasi, namun memang hidup ini sejatinya menghadapi masalah namun kita harus menyelesaikanya dengan lillah. Dalam organisasi ada struktural, garis instruksi, komunikasi, dan diplomasi yang akan membentuk pribadi untuk patuh, bertanggungjawab, dan siap menghadapi apapun dengan cara yang terorganisir. Berorganisasi juga harus dengan gembira sebagaimana disampaikan Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Kendal, Misbahul Munir dalam sambutanya saat peringatan Harlah ke- 88 tahun Ansor di Rowosari. Dirinya berpesan, "Berorganisasilah dengan gembira". Maksudnya, dalam menjalankan organisasi tak akan luput dari hambatan dan berbagai permasalahan. Disitulah kita dituntut untuk tetap tenang bahkan menjaga situasi, kondisi dan suasana hati dengan gembira agar tidak spaneng.
Informasi Lainnya
Banser dan Natal: Khidmah Kemanusiaan Tanpa...
Oleh: Anis Hidayati Barisan Ansor Serbaguna (Banser) merupakan lembaga semi-otonom di bawah naungan Gerakan Pemuda (GP) Ansor, badan otonom...
Bola Liar Konflik PBNU dan Harapan Nahdliyyin...
Oleh: M. Irhamni Sabil, S.Sy., MH Sudah hampir satu bulan konflik yang menerpa jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bergulir di ruang...
Seni Merawat Khidmah: Ikhtiar Menghidupkan...
Oleh: M. Adib Shofwan Khidmah di Nahdlatul Ulama bukan sekadar soal niat baik, tetapi juga membutuhkan seni, gagasan kreatif, dan strategi yang...
Gus Dur, sudah Lama Jadi Pahlawan Rakyat
Desember identik dengan bulan Gus Dur. Khaul ke-16 tahun ini digelar di mana-mana .Majalah AULA edisi bulan Desember tak absen mengangkat tema...