Kendal, pcnukendal.com - Tiga dari sembilan nama bakal calon (Balon) yang pernah diberitakan NU Kendal Online (baca juga: Sembilan Nama Disebut Berpotensi Ramaikan Kandidat Ketua PCNU Kendal) ternyata mempunyai jenjang pengkaderan yang sama dan urut mulai dari IPNU, GP Ansor dan NU yakni Ahmad Khoiron, Sajidin dan Fahroji. Ketiganya satu angkatan dan sama-sama merangkak dari Ranting. Berikut rekam jejak ketiganya yang berhasil disandingkan NU Kendal Online. Dilihat dari tanggal lahir, mereka adalah generasi era 70-an. Ahmad Khoiron lahir di Kangkung, 14 November 1971, Sajidin lahir di Pagandon, 21 Desember 1971 dan Fahroji lahir di Sukorejo, 16 Januari 1970. Masa IPNU Dari sisi karir organisasi di NU ketiganya juga sama-sama mulai aktif dari ranting IPNU sesaat setelah IPNU berubah dari singkatan "Pelajar" menjadi "Putra" di era Orde Baru. Ahmad Khoiron aktif di Ranting IPNU Truko tahun 1986-1991, sedangkan Sajidin menjadi ketua IPNU Ranting Winong (dulu ikut Kecamatan Pegandon sebelum pemekaran) tahun 1991-1992. Pada periode yang sama dengan Sajidin, Fahroji juga menjadi ketua IPNU Ranting Sukorejo. Pada masa khidmat 1993-1995, Sajidin dan Fahroji sama-sama menjadi ketua PAC IPNU di Pegandon dan Sukorejo. Sedangkan Khoiron juga menjadi Pengurus Pleno PAC IPNU Kangkung. Saat itu PC IPNU Kendal diketuai almarhum Sunarso. Pada era ketua PC IPNU dijabat almarhum Masduqi dan dilanjut Zainal Alimin, ketiganya juga terlibat aktif dan ketemu di PC IPNU Kendal. Era 90-an adalah era gencar-gencarnya pengkaderan IPNU-IPPNU melalui Makesta, Lakmud dan Lakmad di bawah instruktur H. Yusuf Jupri, almarhum Sunarso, almarhum Solihin Huda, almarhum Abdul Kholiq dan Sapuan Muhammad, serta sederet senior lainnya. Masa GP Ansor Memasuki masa-masa muda pada usia Ansor mereka juga aktif di GP Ansor, Khoiron tercatat pernah menjabat wakil ketua PAC Ansor Kangkung 2001-2006. Sedang Fahroji pada 2000-2003 juga menjabat wakil ketua PAC Ansor Sukorejo yang berlanjut menjadi ketua PAC pada periode berikutnya 2003-2006. Ditingkat PC GP Ansor Kendal, ketiganya juga sama-sama aktif. Khoiron tercatat masuk pengurus pleno PC GP Ansor 2001-2011 pada zaman Sapuan Muhammad dan Sukron Samsul Hadi. Sedangkan Fahroji pada periode kedua Sukron Samsul Hadi 2008-2011 menjabat wakil ketua PC GP Ansor. Pada periode yang sama, Sajidin juga menjadi pengurus pleno yang pada periode berikutnya zaman Wahidin Said, Sajidin menjabat wakil ketua. Masa NU Di tingkat MWC NU ketiganya juga menjadi pengurus inti. Khoiron tercatat sebagai ketua MWC NU Kangkung sejak 2011 hingga saat ini. Sedang Sajidin menjadi wakil ketua MWC NU Cepiring sejak 2012 sampai sekarang. Sementara Fahroji pada periode 2011-2016 menjabat wakil ketua MWC NU Sukorejo yang berlanjut menjadi ketua pada periode 2016-2021. Pengabdiannya di PC NU Kendal ketiganya dimulai pada era ketua PCNU diketuai KH. M. Ali Hasan dengan menjadi pengurus Lembaga. Pada periode 2007-2012, Khoiron tercatat sebagai pengurus Lakpesdam dan LP Ma'arif. Sedangkan Sajidin periode itu menjadi wakil sekretaris PCNU Kendal setelah periode sebelumnya sebagai sekretaris PC LDNU. Sementara Fahroji menjadi pengurus PC LTN (Lembaga Penulisan dan Penerbitan) yang berlanjut menjadi wakil sekretaris PCNU Kendal pada periode 2012-2017 saat KH. Muhammad Danial Royyan menjabat ketua periode pertama. Tiga Kader NU ini nampaknya punya potensi dan bakat yang berbeda dan sama-sama dibutuhkan NU. Khoiron memilih fokus di Ma'arif yang menjadi penopang PCNU Kendal saat ini. Sedangkan Sajidin adalah seorang orator dan mubaligh yang giat berdakwah. Sementara Fahroji dengan basic jurnalistiknya punya potensi mengawal PCNU Kendal memasuki era digital. Di perhelatan Konfercab NU Kendal 2022 ini, ketigannya meskipun teman akrab nampaknya terlibat pertarungan segi tiga. Dilihat kecenderungannya, Khoiron cenderung berada pada "Kubu Kulon Kali Bodri" sedangkan Sajidin berada di "Kubu Wetan Kali Bodri". Sedangkan Fahroji memilih berada di tengah-tengah Khoiron dan Sajidin menjadi "Poros Tengah" yang bisa saja memanfaatkan "bola muntah" keduanya. (Ma'shum)
Informasi Lainnya
Banser dan Natal: Khidmah Kemanusiaan Tanpa...
Oleh: Anis Hidayati Barisan Ansor Serbaguna (Banser) merupakan lembaga semi-otonom di bawah naungan Gerakan Pemuda (GP) Ansor, badan otonom...
Bola Liar Konflik PBNU dan Harapan Nahdliyyin...
Oleh: M. Irhamni Sabil, S.Sy., MH Sudah hampir satu bulan konflik yang menerpa jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bergulir di ruang...
Seni Merawat Khidmah: Ikhtiar Menghidupkan...
Oleh: M. Adib Shofwan Khidmah di Nahdlatul Ulama bukan sekadar soal niat baik, tetapi juga membutuhkan seni, gagasan kreatif, dan strategi yang...
Gus Dur, sudah Lama Jadi Pahlawan Rakyat
Desember identik dengan bulan Gus Dur. Khaul ke-16 tahun ini digelar di mana-mana .Majalah AULA edisi bulan Desember tak absen mengangkat tema...