Oleh: Fahroji
Konferensi Cabang (Konfercab) NU Kendal Desember mendatang adalah forum permusyawaratan tertinggi organisasi yang digelar setiap lima tahun sekali. Tugas utama forum itu adalah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap implementasi keputusan-keputusan Konfercab NU Kendal 2017 yang salah satunya Pokok- Pokok Program Kerja.
Salah satu isi program kerja adalah pembangunan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Kendal. Program ini mendapat perhatian lebih tidak hanya pengurus dan warga NU mungkin juga "orang lain". Namun sampai hari ini nampaknya belum ada progres yang menggembirakan dari RSNU. Di satu sisi berdirinya PAUD dan kantor PC LP Ma'arif justru bisa mengganggu Masterplan RSNU itu sendiri. Mungkinkah ada kegamangan PCNU Kendal periode ini dalam melaksanakan program?
Bagaimana suasana Laporan Pertanggungjawaban PCNU dan pandangan umum peserta Konfercab terkait Program Kerja wabil khusus pembangunan RSNU?, tentu akan muncul beragam pandangan. Namun karena itu program fisik yang bisa dilihat banyak mata, tentu publik (warga NU) di luar arena Konfercab juga punya pandangan dan penilaian masing-masing.
Apapun penilaiannya, yang jelas, apa yang kita lihat saat ini adalah hasil akhir dari kerja PCNU Kendal periode ini yang dalam hitungan minggu akan demisioner. Dan, tentu saja hasil itu harus kita apresiasi dan semoga menjadi amal jariyah bagi semua yang terlibat.
RSNU Kendal adalah program besar yang membutuhkan dana besar pula. Tidak perlu menanyakan siapa pencetus ide RSNU. Ketika sudah menjadi keputusan Konfercab NU Kendal pada periode sebelumnya tentu keputusan itu mengikat bagi pengurus dan warga NU di Kendal.
Melihat besarnya anggaran RSNU secara rasional nampaknya juga tidak selesai dalam satu atau dua periode kepengurusan. Oleh karena ada ungkapan bijak, "Perjuangan tidak harus selesai pada saat perjuangan itu dilakukan". Di sinilah butuh kesinambungan program siapapun yang jadi pengurus punya komitmen melanjutkan program pembangunan RSNU.
Program RSNU sebenarnya juga realistis. Karena besarnya anggaran RSNU pada satu sisi juga diimbangi dengan besarnya potensi jumlah warga NU di Kendal. Penduduk Kabupaten Kendal yang jumlahnya kurang lebih mencapai 1 juta, setengahnya diprediksi adalah warga NU. Dari setengah juta itu memiliki latar belakang yang beragam baik pekerjaan, pendidikan, ekonomi sampai afiliasi politiknya. Kader NU yang berkiprah di dunia politik juga sulit disatukan dalam Parpol yang dibidani NU sehingga mereka memilih menyebar di lintas Parpol.
Andaikan jumlah warga NU di Kendal tersebut semuanya berkontribusi menurut kemampuan masih-masing mungkin akan terjadi percepatan proses pembangunan. Namun yang sering terjadi rencana-rencana besar yang dikalkulasi dengan besarnya warga NU sering "meleset" karena banyak faktor.
Kata kuncinya sebenarnya adalah bagaimana mendorong partisipasi warga NU dalam pembangunan RSNU. Langkah kongkritnya bisa dimulai dengan "Menyapa dan Membina" warga NU. Sehingga periode yang akan datang perlu diintensifkan "Turba" kalau perlu sampai tingkat ranting. Jangan sampai Turba-nya sampai ranting saat menjelang Konfercab saja. Biasanya ada maunya. Saya melihat PCNU tetangga (Temanggung) rajin dan mengintensifkan Turba sampai MWC dan ranting. Ini bisa "diintip" dari MWC wilayah perbatasan (MWC NU Bejen dan Tretep).
Kedua, jika berharap partisipasi warga, maka pemimpin juga harus menerapkan gaya kepemimpinan Partisipatoris. Maka Konfercab nanti perlu mencari figur yang pas dengan model tersebut. Pemimpin gaya ini biasanya justru muncul dari sosok yang tidak masuk kategori hebat atau merasa hebat. Pemimpin ini muncul dari kesadaran akan keterbatasan dirinya. Asumsinya kemudian akan membuka diri memberikan ruang kepada partner untuk berpartisipasi sebagai upaya menutup keterbatasannya.
Ketiga, Beragamnya latar belakang warga NU baik profesi, pendidikan, maupun afiliasi politiknya dalam berbagai kegiatan Pemilu nampaknya cocok dicari figur pemimpin NU Kendal mendatang yang non partai dan tidak didukung Partai Politik. Karena dalam dunia politik berlaku istilah "Tidak ada makan siang gratis".
Dengan tercukupinya kebutuhan kriteria pemimpin NU Kendal tersebut, semoga meningkatkan partisipasi warga NU dalam pendanaan pembangunan RSNU, sehingga terjadi akselerasi pembangunan RSNU Kendal. Semoga.
Penulis adalah Pemerhati Konfercab NU Kendal 2022