Oleh: Fahroji
Menjelang pelaksanaan Konferrensi Cabang (Konfercab) Nahdlatul Ulama Kabupaten Kendal yang akan dihelat bulan Desember mendatang, dinamika makin terasa terutama menyangkut figur kandidat baik kandidat Rois Syuriyah maupun Ketua Tanfidziyah yang masih timbul tenggelam. Tak hanya itu, kandidat Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA juga ikut "berseliweran" di grup Whatsapp.
AHWA meskipun berumur singkat namun punya peran yang sangat penting, strategis dan menentukan bagi perjalanan NU lima tahun ke depan. Karena AHWA mengemban amanat memilih Rois Syuriyah yang akan menjadi pemimpin, pengendali dan penentu kebijakan NU. Untuk mendapatkan rois syuriyah terbaik, PCNU Kendal sudah barang tentu lahir dari figur-figur anggota AHWA yang merupakan kiai atau ulama terbaik pula sesuai dengan kriteria yang ada.
Peraturan Perkumpulan (Perkum) Nahdlatul Ulama bagian ketiga bab 2 pasal 7 ayat (3) menyebut AHWA terdiri dari 5 (lima) orang anggota yang diusulkan MWC NU melalui rapat harian syuriyah. Sedangkan ayat (8) menyebut kriteria ulama yang diusulkan menjadi AHWA adalah berakidah ahlussunnah wal jamaah, wara', zuhud, bersikap adil, alim, memiliki integritas moral, tawadu', berpengaruh dan memiliki pengetahuan untuk memilih pemimpin.
Kriteria sebagaimana ayat (8) nampaknya berlaku umum mulai tingkat PBNU sampai Anak Ranting sehingga kualitasnya tentu disesuaikan masing-masing tingkatan kepengurusan. Memilih ulama sesuai kriteria tersebut memang tidak mudah. Namun demikian, Konfercab NU Kendal melalui sistem tabulasi harus memilih 5 ulama terbaik untuk diangkat menjadi anggota AHWA.
Mengingat AHWA hanya bertugas memiilih Rois Syuriyah, bisa jadi sidang AHWA berlangsung singkat 10 sampai 15 menit. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan sidang AHWA berjalan alot dan lama. Dalam Konferensi MWC NU Sukorejo tahun 2016 di MTs NU 13 Arrahmat Sukorejo, sidang AHWA terhitung alot dan agak lama hampir satu jam.
Dalam suatu kesempatan, saya bertanya kepada Rois MWC NU Sukorejo KH. Ibadi, mengapa dulu sidang AHWA berjalan alot dan lama? Dengan santai Kiai Ibadi menjawab, karena berebut menolak jadi Rois Syuriyah. Menurutnya, KH. Mastur Hasan sudah memberi isyarat tidak bersedia dipilih lagi karena sudah 3 periode jadi Rois, sedangkan anggota AHWA tertua kala itu Almarhum KH. Ahmad Masjhadi yang sebelumnya menjabat wakil rois juga tidak bersedia karena alasan kesehatan. Sementara KH. Abdulloh yang mendapat suara terbanyak dalam tabulasi dinilai belum cukup tua untuk menjabat Rois Syuriyah sehingga pilihan terakhir jatuh pada dirinya yang sebelumnya menjabat Katib Syuriyah.
"Jadi saya ini Rois Syuriyah dhorurot," kata Kiai Ibadi sambil tersenyum.
Suasana sidang AHWA seperti contoh tersebut bisa terjadi manakala anggota AHWA memenuhi atau mendekati kriteria sebagaimana ayat (8) sehingga jauh dari ambisi dan kepentingan pribadi. Oleh karenanya, dalam penentuan Rois Syuriyah anggota AHWA yang memperoleh suara terbanyak dalam tabulasi tidak otomatis jadi Rois Syuriyah. Bahkan Rois Syuriyah bisa saja dipilih dari luar anggota AHWA.
Dalam literatur sejarah penerapan AHWA pernah dilakukan untuk memilih pemimpin umat Islam pasca wafatnya Rasulullah SAW sehigga AHWA beranggotakan para sahabat-sahabat terdekat Rasulullah SAW. Sedangkan dalam Muktamar ke-34 NU tahun 2021 di Lampung, anggota AHWA ditempati 9 ulama yang merupakan "Kiai Sepuh" maupun "Kiai Khos" yakni: (1) KH. Dimyati Rois, (2) KH. Ahmad Mustofa Bisri, (3) KH. Ma'ruf Amin, (4) KH. Anwar Mansur, (5) TGH Turmudzi Badaruddin, (6) KH. Miftahul Ahyar, (7) KH. Nurul Huda Jazuli, (8) KH. Ali Akbar Marbun, dan (9) KH. Zainal Abidin.
Lantas siapa yang layak menjadi anggota AHWA dalam Konfercab NU Kendal mendatang? tentu saja kondisinya disesuaikan dengan kelas Kabupaten Kendal dan yang paling mendekati dengan kriteria yang ada dalam Perkum NU. Nama-nama yang sudah beredar saat ini tentu akan memperkaya wacana dan referensi bagi syuriyah MWC NU untuk menentukan pilihannya. Meskipun demikian, nama -nama ulama dan kiai lain yang belum beredar juga bisa masuk menjadi bahan pertimbangan untuk dipilih menjadi anggota AHWA.
Semoga dengan terpilihnya anggota AHWA dari ulama dan kiai terbaik yang ada di Kabupaten Kendal nanti akan terpilih pula Rois Syuriyah PCNU Kendal yang terbaik. Amin.
Penulis adalah Ketua MWC NU Sukorejo 2016-2021