Realistis vs Materialistis

...

Oleh: Laili Mawadah Tidak hanya karena naiknya harga BBM saja yang menyebabkan harga bahan makanan pokok ikut naik. Berganti tahun, idealnya semua harga produk maupun jasa pasti naik. Sepertinya hal ini sudah menjadi hukum ekonomi di Indonesia dan menjadi tren di negeri ini. Namun tanpa disadari kebanyakan masyarakat menganggap kenaikan harga-harga itu tertuju sebab naiknya harga BBM. Keadaan ini kini dirasakan oleh sebagian orang yang memang menanggung banyak kebutuhan di pundaknya. Mulai dari kebutuhan dapur, jajan anak, kosmetik ibu, rokok bapak, hingga bayar sekolah pun pasti ada kenaikan. Kenaikan harga yang signifikan ini mau tidak mau harus diimbangi dengan kenaikan pendapatan. Menyikapi hal ini, penulis akan mengurai benang kusut yang terus terjadi antara para pekerja dan pemberi kerja. Sebagai seorang pekerja, wajib hukumnya untuk menghitung segala biaya yang akan dikeluarkan untuk kebutuhan sehari-hari. Karena apa yang mereka dapat itulah yang akan mereka keluarkan. Kemajuan sebuah perusahaan sangat dipengaruhi oleh loyalitas pekerja. Sebuah perusahaan sangat diuntungkan oleh pekerja yang memiliki loyalitas tinggi, mencurahkan waktu, tenaga dan pikiran untuk kemajuan perusahaan. Bila perusahaan tak memperhatikan keadaan pekerja tentu akan mengakibatkan hal buruk dan kerugian bagi perusahaan. Perusahaan harus memenuhi hak-hak pekerja mulai dari penghasilan yang layak, kesejahteraan, kesehatan dan keselamatan pekerja. Ketika banyak pekerja yang memperjuangkan haknya untuk mendapatkan kesejahteraan, sebuah perusahaan mencermati pergerakan itu sebagai kegiatan yang membahayakan keuangan perusahaan. Karena perusahaan hanya melihat sisi materialistis saja. Hal ini sah-sah saja karena sudut pandang setiap orang dalam posisi yang berbeda pasti akan mengerucut pendapat yang berbeda pula. Terus apa yang harus dilakukan oleh kedua belah pihak agar ketemu solusi yang dirasa menguntungkan untuk keduanya? Sebagai seorang pekerja silahkan posisikan Anda semua sebagai seorang bos, dan sebagai seorang bos silahkan Anda posisikan diri sebagai seorang pekerja. Setelah saling memposisikan diri sebagai kedua belah pihak, adakah kepekaan terhadap kesulitan masing-masing? Jika berbicara profesionalitas, keprofesionalan seseorang bisa muncul jika kesejahteraan meningkat. Hal ini tidak bisa disamakan dengan orang yang materialistis. Study kasus menyatakan bahwa keprofesionalan pekerja di suatu perusahaan adalah 1:10. Hal ini menunjukkan bahwa tidak semua orang bisa bekerja dengan profesional sesuai dengan Tupoksi yang diberikan. Oleh karena itu, penting bagi pemberi kerja mengkaji ulang pemberian upah yang selalu stagnan setiap tahun. Bukan karena pekerja itu berorientasi pada uang saja, tapi karena mereka lebih berpikir realistis untuk kebutuhan mereka dan keluarganya. Bagi pemberi kerja, bagaimana caranya agar tetap memprioritaskan pekerja tanpa mengurangi kualitas produk maupun jasanya? Saat ini, konsumen sudah lebih cerdas dalam memilih barang maupun jasa yang berkualitas. Kenaikan harga bagi konsumen tidak menjadi sesuatu yang urgen karena konsumen yang cerdas akan mampu menghitung biaya produksi dan biaya operasional. Terlepas dari kasus di atas, sebagai seorang hamba yang beriman kepada Allah SWT, sudah pasti kita serahkan sepenuhnya pada Allah. Dialah maha pemberi rezeki dan pengatur semuanya. Tugas kita sebagai pekerja atau pemberi kerja berdoa dan berikhtiar semaksimal mungkin, bekerja sebaik mungkin, dan menerima hasil seikhlas mungkin. Yakin bahwa sesuatu yang terjadi adalah seizin-Nya. Penulis adalah Pengajar di SMP Al Musyaffa Kendal

Informasi Lainnya

Banser dan Natal: Khidmah Kemanusiaan Tanpa...

Oleh: Anis Hidayati Barisan Ansor Serbaguna (Banser) merupakan lembaga semi-otonom di bawah naungan Gerakan Pemuda (GP) Ansor, badan otonom...

Bola Liar Konflik PBNU dan Harapan Nahdliyyin...

Oleh: M. Irhamni Sabil, S.Sy., MH Sudah hampir satu bulan konflik yang menerpa jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bergulir di ruang...

Seni Merawat Khidmah: Ikhtiar Menghidupkan...

Oleh: M. Adib Shofwan Khidmah di Nahdlatul Ulama bukan sekadar soal niat baik, tetapi juga membutuhkan seni, gagasan kreatif, dan strategi yang...

Gus Dur, sudah Lama Jadi Pahlawan Rakyat

Desember identik dengan bulan Gus Dur. Khaul ke-16 tahun ini digelar di mana-mana .Majalah AULA edisi bulan Desember tak absen mengangkat tema...

Advertisement

Press ESC to close