Hadiah Buku dan Investasi Masa Depan

...

Oleh: Fahroji Saat acara halalbihalal agen Jawa Tengah majalah Aula PWNU Jawa Timur di Kantor Gubenur Jawa Tengah Semarang yang dirangkai dengan Focus Group Discussion (FGD), Senin (30/5) saya mendapat hadiah buku Menjerat Gus Dur karya Virdika Rizky Utama karena berhasil menjawab pertanyaan yang tentu saja sekedar pertanyaan ringan untuk menghangatkan dan mencairkan suasana forum. Hadiah buku Menjerat Gus Dur itu bagi saya bak peribahasa Pucuk dicinta ulam tiba karena beberapa waktu lalu saya berkeinginan mendapat buku itu tapi belum kesampaian. Menjelang penutupan acara, seorang agen dari Cilacap tiba-tiba minta waktu untuk memberikan hadiah buku kepada Pimpinan Aula Media Group Muhammad Jamil untuk sekedar kenangan atau hadiah yang ternyata ditulis dirinya sendiri. Saat beranjak keluar dari ruangan, saya yang berjalan beriringan dengan agen dari Cilacap tersebut menanyakan, "Isinya apa pak?". "Kumpulan puisi yang saya tulis dengan dua anak saya," jawabnya sambil mengeluarkan satu eksemplar buku berjudul Baju-Baju yang Tertinggal kemudian tanpa diduga buku itu diberikan kepada saya. Walhasil di acara halalbihalal dan FGD yang mengambil tema Positioning Media NU dalam Penguatan Moderasi Beragama itu saya mendapat hadiah dua buku. Tentu saja saya mengucapkan terima kasih atas hadiah itu baik kepada panitia FGD ataupun penulis buku Baju-Baju yang Tertinggal yang kebetulan namanya mirip dengan saya Fahrur Rozi. Agen Cilacap merupakan yang terbanyak pelanggan majalah Aula di Jawa Tengah yang mencapai 500 eksemplar hingga ia diberi waktu untuk memaparkan kiat-kiatnya menggaet pelanggan majalah Aula di Cilacap. Dirinya yang sebenarnya hanya mewakili orang tuanya yang menjadi agen sudah lama dan mungkin sudah 'sepuh', karena majalah Aula sendiri juga telah berusia 48 tahun, mengungkapkan bahwa banyaknya pembaca majalah Aula di Cilacap salah satunya karena sebagian pelanggan ada yang berlangganan lebih dari satu eksemplar, bahkan bisa puluhan eksemplar. Tentu saja tidak hanya dibaca sendiri tapi juga dihadiahkan pada para kiai dan pengurus NU. Menurut penuturannya, sebagian mereka adalah anggota DPR dan pengusaha yang berlangganan dalam jumlah tertentu. Langkah sebagian anggota dewan dan pengusaha di Cilacap itu tentu merupakan langkah cerdas dalam ikut membesarkan NU di Cilacap. Dengan membaca majalah Aula mereka berharap para kiai maupun pengurus NU akan mendapat update terbaru tentang situasi NU maupun pencerahan, pemahaman dan wawasan baru terkait perkembangan jamiyah Nahdlatul Ulama di berbagai daerah atau bahkan di luar negeri yang akhirnya diharapkan akan menjadi inspirasi pembaca untuk ikut menggerakan NU di wilayahnya masing-masing. Membeli buku atau majalah untuk dibaca sendiri atau dihadiahkan orang lain memang lebih banyak manfaatnya karena mungkin anak cucu kita kelak juga akan ikut membacanya. Rijal Mumazziq Zionis, Rektor Institut Agama Islam Al Falah Assuniyyah (INAIFAS) Kencong Jember dalam akun facebook-nya menulis pesan ayahandanya almaghfurlah KH. Saefudin Mujtaba (1952-2015) diantaranya, "Belilah buku, juga kitab, kalau kamu nggak sempat membaca sekarang, mungkin nanti, atau kelak. Jika belum sempat mungkin nanti anakmu yang akan membacanya. Jika anakmu tidak membacanya mungkin cucumu atau keturunanmu yang akan menikmatinya". Membaca buku atau majalah memang punya pengaruh besar terhadapan wawasan dan pemikiran seseorang sesuai konten yang ada dalam bacaan. Terkait majalah Aula, Wakil Ketua PCNU Kendal, H. Abu Jamsari memberikan testimoni bahwa dengan membaca majalah Aula akan meningkatkan pemahaman perihal keorganisasian (jamiyyh) NU, maupun keagamaan yang bercorak moderat. Bagi mantan ketua MWC NU Brangsong ini rubrik kesehatan dirasa sangat bermanfaat untuk dirinya, di samping obituari maupun uswah (teladan) juga memberikan informasi yang inspiratif. Memberi hadiah buku yang tepat sesuai selera tema orang yang akan diberi memang bisa jauh bernilai dan berkesan dibanding hadiah lainnya. Nah, buku-buku bernapas NU dan majalah Aula nampaknya cocok dihadiahkan kepada para kiai, pengurus dan aktifis NU, Banom, Lembaga maupun warga dan orang yang ingin tahu tentang NU. Buku adalah jendela dunia. Selamat membaca. Penulis adalah Owner MF Agency

Informasi Lainnya

Banser dan Natal: Khidmah Kemanusiaan Tanpa...

Oleh: Anis Hidayati Barisan Ansor Serbaguna (Banser) merupakan lembaga semi-otonom di bawah naungan Gerakan Pemuda (GP) Ansor, badan otonom...

Bola Liar Konflik PBNU dan Harapan Nahdliyyin...

Oleh: M. Irhamni Sabil, S.Sy., MH Sudah hampir satu bulan konflik yang menerpa jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bergulir di ruang...

Seni Merawat Khidmah: Ikhtiar Menghidupkan...

Oleh: M. Adib Shofwan Khidmah di Nahdlatul Ulama bukan sekadar soal niat baik, tetapi juga membutuhkan seni, gagasan kreatif, dan strategi yang...

Gus Dur, sudah Lama Jadi Pahlawan Rakyat

Desember identik dengan bulan Gus Dur. Khaul ke-16 tahun ini digelar di mana-mana .Majalah AULA edisi bulan Desember tak absen mengangkat tema...

Advertisement

Press ESC to close