Oleh: Muhammad Umar Sa'id
Sebagaimana diketahui, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kendal tidak lama lagi akan punya hajat besar yaitu menyelenggarakan Konferensi Cabang tepatnya pada Desember mendatang.
Dalam perhelatan akbar tersebut, biasanya yang paling ramai dan krusial adalah tentang siapa yang bakal menjadi nahkoda NU di Kendal dan bagaimana sepak terjangnya untuk mewarnai NU Kendal ke depan.
Terkait dengan siapa calon nahkoda NU Kendal, dalam pengamatan penulis sudah mulai terdengar suara-suara yang mulai ramai membahas hal itu mulai dari bisik-bisik tetangga hingga secara terang-terangan menyatakan diri siap maju sebagai kandidat orang nomor 1 di NU Kendal.
Menurut penulis, tentang siapa yang pantas memimpin NU Kendal adalah Shohibul Jah (???? ?????). Shohibul jah ialah sebuah istilah yang digunakan oleh para ulama dalam ilmu kepemimpinan, yaitu seseorang yang memiliki karakter memimpin (sense of leadership). Seseorang yang memang diciptakan (created by) Allah menjadi pemimpin. Ia memiliki aura kewibawaan, kharisma yang dapat mempengaruhi, menggerakkan, mendorong, mengajak dan bekerja sama dengan orang lain dalam usaha mencapai tujuan.
Shohibul jah selain memiliki karakter leadership, juga memiliki kepercayaan tinggi (high trust), kejujuran (sense of honesty), rasa tanggung jawab (sense of responsibility), rasa memiliki (sense of belonging) terhadap organisasi dan rasa ingin tahu (sense of knowing) dan rasa kasih sayang (sense of empathing). Semua karakter itu dimiliki oleh Shohibul jah yang semata-mata merupakan anugerah dari Allah SWT.
Pemimpin itu tidak sekedar bisa perintah tanpa disertai kontrol dan tidak pula hanya duduk di meja tanpa terjun di lapangan. Belum cukup juga pemimpin pandai berceramah, mengisi seminar dan berdiskusi tetapi pemimpin juga harus mampu menjadi manager atau organiser. Yaitu mampu membuat perencanaan (planning), membagi fungsi dan tugas (organizing), melaksanakan gagasan/ide (actuating), mengontrol pekerjaan (controlling) dan mampu mengevaluasi (evaluating) serta memberikan umpan balik (feedback) untuk kemajuan sebuah organisasi. Semua karakter di atas terdapat di dalam pribadi Shohibul jah. Karakter lain dari Shohibul jah, ia mudah menerima masukan yang bersifat konstruktif dan mampu merangkul pihak-pihak yang selama ini berbeda pendapat.
Sehubungan hal tersebut di atas, sudah saatnya warga/masyarakat NU Kendal membutuhkan figur Shohibul jah yang dapat mempersatukan seluruh komponen yang terpolarisasi dan terkotak-kotak oleh kepentingan sesaat. Sehingga ke depan tidak ada lagi blok timur dan blok barat, blok utara dan blok selatan. Semua harus bersatu padu untuk menyukseskan program yang telah dicanangkan oleh PCNU sebelumnya, seperti pembangunan RSNU dan program lainnya.
NU Kendal sudah saatnya merangkul semua unsur dalam masyarakat, kekuatan politik dan menjaga jarak yang sama di antara semuanya. Sebab politik adalah bagian kecil dari program NU. Masih banyak PR yang menjadi garapan NU yaitu tentang ekonomi, pendidikan, lingkungan, kesehatan, perwakafan dan merebaknya paham radikal dan liberal yang disinyalir berkembang di masyarakat Kendal. Hal tersebut membutuhkan energi maksimal untuk menyelesaikannya.
Pemilihan nahkoda NU di Kendal sudah saatnya dihindari pemilihan berdasarkan pesanan pihak-pihak tertentu dan juga berdasarkan kedekatan pertemanan. Nahkoda NU dipilih harus berdasarkan rekam jejak, elektabilitas, dan kapasitas yang bersangkutan. Lalu siapakah Sohibul jah yang ada di Kendal?
Yang harus cermat dan cerdas sesungguhnya yang punya hak pilih sesuai AD/ART NU. Penulispun yakin bahwa para kiai/ulama dan para arif yang memiliki ilmu firasat sudah tahu siapa sesungguhnya yang layak menjadi nahkoda terbaik bagi NU Kendal mendatang. Silakan mulai merenung.
Penulis adalah Ketua Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama Kendal