Kiprah Tokoh Ansor Kendal KH Makmun Amin Membendung Pergerakan PKI

...

Oleh: Nur Fadhul Ma'arif KH Makmun Amin lahir di Kendal, 30 Juni 1935. Tokoh NU Kendal yang bertempat tinggal di Kelurahan Ngilir Kecamatan Kota Kendal ini merupakan putra dari KH. Muh. Amin, Ketua Tanfidziyah pertama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kabupaten Kendal tahun 1932 yang saat itu dilantik langsung oleh Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asyari. Adapun Rois Syuriahnya dijabat oleh salah satu pelopor dan pendiri NU di Kabupaten Kendal, KH. Baedhowi Langenharjo. Pada masa itu, Makmun Amin muda ikut aktif dalam pembentukan Ansor Nadhlatul Oelama (ANO) yang menjadi cikal bakal berdirinya GP Ansor Kendal. Ia juga sempat mengikuti kaderisasi Pandu Ansor pada tahun 1953. Bersama Muhammad Wildan, Makmun Amin juga turut andil memelopori berdirinya IPNU Kendal pada tahun 1955. Tahun 1960-an menjadi tahun yang berat bagi bangsa Indonesia terutama umat Islam. Gencarnya pengaruh Partai Komunis Indonesia (PKI) di berbagai wilayah menjadi tantangan Ansor di Kendal untuk melahirkan figur pemimpin yang tidak hanya tegas dalam mengawal dan melindungi para kiai dan umat, namun juga cerdas dalam merangkul siapapun. Para tokoh ulama Kendal bersama Ansor pun berembuk untuk menentukan kandidat pemimpin Ansor Kendal. Setelah melalui musyawarah yang panjang, akhirnya muncul 3 kandidat yakni Makmun Amin (Kendal), Dulhaji Rois (Cepiring), dan Subaidi (Pegandon). Konfercab Ansor Kendal pada tahun 1963 akhirnya menyepakati Makmun Amin sebagai Ketua PC GP Ansor Kendal. Usai dilantik, tugas berat menanti Makmun Amin terutama untuk membendung arus pergerakan PKI. Untuk itu, Makmun Amin aktif berkolaborasi dengan berbagai organisasi kepemudaan seperti Marhaen, Pemuda Pancasila dan Ikatan Pencak Silat Muslimin Indonesia (IPSMI). Ia juga melibatkan Pemuda Pancasila untuk menjembatani komunikasi dan kerja sama Ansor dengan Pemuda Muhammadiyah. Kiprahnya dalam memperkuat peran pemuda untuk membendung pergerakan PKI membuatnya dipilih memimpin Kesatuan Aksi Penumpasan PKI bersama seluruh perwakilan organisasi kepemudaan di Kendal pada tahun 1965. Pada tahun 1966 Banser Ahwan yang merupakan cikal bakal Banser di Kabupaten Kendal pun mulai dibentuk. Berkat peran Ansor dan organisasi pemuda di Kendal, situasi keamanan berjalan kondusif. Musala dan masjid penuh untuk aktifitas salat berjamaah maupun kegiatan musyawarah dan koordinasi organisasi. Makmun Amin menjabat Ketua PC GP Ansor Kendal selama 2 periode dan berakhir pada tahun 1971. Ia kemudian melanjutkan kiprahnya di NU hingga sekarang. Pesan beliau, “Ansor harus bisa di mana-mana dan tidak  kemana-mana”. Pesan ini dimaksudkan agar Ansor tidak berkutat aktif di bawah naungan NU saja, namun pemuda Ansor harus masuk di berbagai sektor agar bisa mengambil peran yang lebih bermanfaat dan lebih luas. Pemuda Ansor juga harus tetap memegang prinsip sesuai AD/ART yang telah dibaiatkan.

Penulis adalah Anggota PAC GP Ansor Kendal

mufti

Informasi Lainnya

Banser dan Natal: Khidmah Kemanusiaan Tanpa...

Oleh: Anis Hidayati Barisan Ansor Serbaguna (Banser) merupakan lembaga semi-otonom di bawah naungan Gerakan Pemuda (GP) Ansor, badan otonom...

Bola Liar Konflik PBNU dan Harapan Nahdliyyin...

Oleh: M. Irhamni Sabil, S.Sy., MH Sudah hampir satu bulan konflik yang menerpa jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bergulir di ruang...

Seni Merawat Khidmah: Ikhtiar Menghidupkan...

Oleh: M. Adib Shofwan Khidmah di Nahdlatul Ulama bukan sekadar soal niat baik, tetapi juga membutuhkan seni, gagasan kreatif, dan strategi yang...

Gus Dur, sudah Lama Jadi Pahlawan Rakyat

Desember identik dengan bulan Gus Dur. Khaul ke-16 tahun ini digelar di mana-mana .Majalah AULA edisi bulan Desember tak absen mengangkat tema...

Advertisement

Press ESC to close