Kilas Balik Menjelang Konfercab 2007, NU Kendal Butuh Masukan Internal dan Eksternal

...

Oleh: Fahroji Menjelang Konferensi Cabang (Konfercab) Nahdlatul Ulama Kabupaten Kendal 2007 di Boja, PC NU Kendal menggelar beberapa kegiatan yang bertujuan mencari masukan baik internal maupun eksternal. Hal itu termuat dalam berita koran minguan Forum Warga yang diterbitkan Lajnah Ta'lif wa Nasyr PCNU Kota Tegal edisi ke- 27 minggu ke-3 Juli 2007. Dilansir dari koran tersebut yang sempat saya arsip secara pribadi, PC NU Kendal secara internal akan menyelenggarakan kajian strategis dan silaturahmi eksponen NU. Sedangkan untuk mendapatkan masukan pihak luar, PCNU merencanakan menggelar silaturahmi eksponen masyarakat Kendal. Menurut Sekretaris PCNU Kendal, H. Abdul Wahab (almarhum, Allahu yarham) kajian strategis dan silaturahmi eksponen NU dimaksudkan untuk mendengar masukan-masukan dari para tokoh NU. Dari forum itu diharapkan ada masukan antara lain tentang masukan materi pokok-pokok program kerja Nahdlatul Ulama ke depan dan menjaring figur-figur yang mau ditampilkan. Sedangkan silaturahmi eksponen masyarakat Kendal diharapkan diikuti oleh tokoh-tokoh di luar NU, termasuk dari tokoh-tokoh agama non Islam. Kegiatan ini bertujuan untuk mencari masukan dari masyarakat, peran apa yang dapat diharapkan dari NU Kendal. Dari dua kegiatan tersebut dapat kita tangkap menjelang Konfercab NU tahun 2007 di Boja sejatinya NU Kendal telah memulai membuka diri menerima masukan yang tidak hanya dari dalam bahkan dari luar NU. Ibarat aquarium, orang luar akan bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi dalam aquarium. Apakah ada ikan yang mati? Apakah ada ikan yang kanibal yang memakan sesama ikan? Apakah airnya keruh dan kotor sehingga orang yang melihatnya bisa merekomendasikan untuk mengganti air?. Konfercab NU Kendal sebagai forum permusyaratan tertinggi tingkat Kabupaten Kendal yang mempunyai wewenang mengevaluasi dan menyusun serta memilih pemimpin maupun pelaksana program kerja hendaknya memang membuka diri seluas-luasnya untuk memberi masukan dan berpartisipasi kepada semua pihak dalam menatap NU Kendal ke depan. Partisipasi berupa usul yang konstruktif harus dimaknai positif sebagai bentuk kasih sayang dan merasa peduli pada jamiyah tercinta ini. Menggelar Konfercab juga bisa diibaratkan NU sedang "bercermin" yang tentunya itulah gambaran sesungguhnya. Konfercab NU sesungguhnya juga seperti pesta demokrasi semacam Pilkada Kendal, dimana warga ikut terlibat langsung dalam pengambilan keputusan. Hanya saja Konfercab NU masih menggunakan demokrasi perwakilan. Suara warga NU Kendal hanya diwakili 20 pengurus MWC NU yang ada di Kendal. Maka seyogyanya pengurus MWC NU jauh hari sebelum Konfercab NU juga sudah menggelar Musyawarah Kerja untuk menampung aspirasi pengurus di bawahnya maupun warga NU yang menjadi wilayah binaannya untuk dibawa ke Konfercab NU. Masukan baik internal maupun eksternal sebagaimana yang dilaksanakan menjelang Konfercab NU 2007 di Boja nampaknya juga relevan dilaksanakan menjelang Konfercab NU Kendal 2022 nanti. Dengan adanya masukan itu setidaknya PCNU Kendal telah memberikan ruang untuk berpartisipasi dan berkontribusi kepada semua pihak yang tidak bisa masuk arena Konfercab NU, sekaligus mencerminkan bahwa materi Konfercab NU tidak semata-mata disusun dari sudut pandang pengurus NU saat ini. Tantangan memasuki abad kedua sejak kelahiran NU, jagad media sosial yang sangat berpengaruh bagi warga NU, pembangunan RSNU Kendal yang sudah 10 tahun belum menunjukkan progress report yang menggembirakan barangkali bisa menjadi contoh bahan masukan baik internal maupun eksternal untuk kemudian menemukan formula yang baru dalam menjawabnya.

Penulis adalah Ketua MWC NU Sukorejo 2016-2021.

Informasi Lainnya

Banser dan Natal: Khidmah Kemanusiaan Tanpa...

Oleh: Anis Hidayati Barisan Ansor Serbaguna (Banser) merupakan lembaga semi-otonom di bawah naungan Gerakan Pemuda (GP) Ansor, badan otonom...

Bola Liar Konflik PBNU dan Harapan Nahdliyyin...

Oleh: M. Irhamni Sabil, S.Sy., MH Sudah hampir satu bulan konflik yang menerpa jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bergulir di ruang...

Seni Merawat Khidmah: Ikhtiar Menghidupkan...

Oleh: M. Adib Shofwan Khidmah di Nahdlatul Ulama bukan sekadar soal niat baik, tetapi juga membutuhkan seni, gagasan kreatif, dan strategi yang...

Gus Dur, sudah Lama Jadi Pahlawan Rakyat

Desember identik dengan bulan Gus Dur. Khaul ke-16 tahun ini digelar di mana-mana .Majalah AULA edisi bulan Desember tak absen mengangkat tema...

Advertisement

Press ESC to close