Ketua PC Ma'arif Kendal Punya "Tradisi" Jadi Ketua PCNU, Akankah Terulang?

...

Oleh: Fahroji Ditetapkannya Akhmad Khoiron oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kendal sebagai Ketua Lembaga Pendidikan Ma'arif Kendal menggantikan almarhum H. Ibnu Darmawan dipenghujung akhir masa khidmat PCNU yang tinggal beberapa bulan diprediksi bisa meramaikan konstalasi bursa kandidat ketua PCNU Kendal dalam Konferensi Cabang (Konfercab) NU yang akan digelar Desember mendatang. Baca juga: PAW Ketua Ma’arif, PCNU Kendal Minta Lanjutkan Program Sampai Konfercab Sejarah mencatat beberapa kali ketua PC LP Ma'arif Kendal akhirnya menduduki jabatan ketua PCNU. Bagaimana dengan Akhmad Khoiron ketua baru LP Ma'arif Kendal, akankah "tradisi" itu kembali terulang? Sebelum KH. Muhammad Danial menjabat ketua PCNU Kendal dua periode saat ini, dua pendahulunya yakni KH. Asro'i Thohir dan KH. Moch. Ali Hasan sebelum terpilih sebagai ketua PCNU Kendal melalui Konfercab NU secara kebetulan keduanya menjabat ketua PC LP Ma'arif NU Kendal. Perkembangan jam'iyah Nahdlatul Ulama diera orde baru yang penuh tekanan sangat berbeda dengan era saat ini dimana kebebasan berkumpul dan berpendapat dibuka lebar-lebar. Diera Orba NU seakan "dibonsai" tidak boleh besar, tidak banyak lembaga yang eksis. Satu-satunya lembaga yang kuat dan besar di Kendal yakni LP Ma'arif yang waktu itu menaungi tidak hanya lembaga pendidikan formal tetapi juga non formal. Sehingga menjadi ketua LP Ma'arif Kendal ibaratnya 75 persen sudah mengantongi peluang menjadi ketua PCNU Kendal. Oleh karenanya, bisa dipahami dalam beberapa dekade ketua PCNU Kendal banyak diisi kader dari LP Ma'arif. Namun kini perkembangan NU sudah sangat pesat dan potensinya semakin beragam dan tersebar dalam berbagai profesi. Hal ini sebagaimana diakui Presiden Jokowi dan Wakil Presiden KH. Ma'ruf Amin saat pengukuan PBNU di Balikpapan Kalimantan Timur. Lembaga-lembaga di NU saat ini sudah banyak yang eksis dan besar, misalnya Lazisnu yang menangani koin NU dan zakat, Lembaga Perekonomian dengan beberapa unit usahanya, serta beberapa lembaga lainnya. Dengan demikian, kader ketua PCNU Kendal bisa berasal dari berbagai lembaga yang ada. Badan Otonom seperti GP Ansor, IPNU dan seterusnya. Kader pemimpin NU juga bisa berasal dari pengurus harian PCNU Kendal serta ketua MWC NU. Sungguhpun demikian, Ketua PC LP Ma'arif masih memiliki peluang besar untuk menjabat ketua PCNU Kendal mendatang. Siklus sejarah bisa saja terulang sebab Akhmad Khoiron disamping menjabat ketua Ma'arif Kendal yang bisa saja mengikuti jejak KH. Asro'i Thohir dan KH. Moch. Ali Hasan, saat ini juga masih menjabat ketua MWC NU Kangkung tiga periode berjalan sejak 2011. Ada dua hal yang menurut saya perlu dipertimbangkan Khoiron untuk ikut ambil peran meramaikan kontestasi ketua PCNU Kendal mendatang. Pertama, amanah yang baru diembannya sebagai ketua PC Ma'arif Kendal bagi Khoiron sebenarnya sedang tidak berada pada "zona nyaman", karena belum tentu pasca Konfercab nanti ia masih akan menjadi ketua PC Ma'arif Kendal. Ini sangat tergantung dari Ketua PCNU terpilih selaku pemegang prerogratif ketua lembaga di NU. Kedua, atas nama regenerasi dan kaderisasi NU, Khoiron harus mulai membuka ruang bagi kader-kadernya di MWC NU Kangkung yang sudah dibinanya lebih dari 10 tahun untuk mengaktualisasi diri. Pada sisi lain, ia juga harus mencari ruang yang lebih luas untuk berbagi pengalamannya atas solusi dari berbagai masalah NU di tingkat bawah yang ditemukan di Kangkung yang barangkali saja akan bermanfaat bagi dinamika di MWC NU Kecamatan lain, dan itu bisa efektif diimplementasikan kalau ia punya posisi strategis di PCNU Kendal. Dengan pertimbangan tersebut, Akhmad Khoiron yang saat ini menjabat ketua LP Ma'arif NU Kendal merangkap ketua MWC NU Kangkung tiga periode berjalan, nampaknya layak menjadi salah satu figur yang perlu ditimbang-timbang untuk dicalonkan menjadi ketua PCNU Kendal mendatang. Andaikan kepemimpinannya sebagai ketua LP Ma'arif Kendal belum bisa diukur karena hanya akan berjalan beberapa bulan kedepan, namun keberhasilannya memimpin MWC NU Kangkung layak dipertimbangkan. Akankan siklus sejarah ketua LP Ma'arif kembali menjabat ketua PCNU Kendal terulang?. Wallahu a'lam bisshowab.

Penulis adalah mantan ketua MWC NU Sukorejo

Baca juga:Akhmad Khoiron Ketua Baru LP Ma’arif Kendal, Ini Profilnya

Informasi Lainnya

Banser dan Natal: Khidmah Kemanusiaan Tanpa...

Oleh: Anis Hidayati Barisan Ansor Serbaguna (Banser) merupakan lembaga semi-otonom di bawah naungan Gerakan Pemuda (GP) Ansor, badan otonom...

Bola Liar Konflik PBNU dan Harapan Nahdliyyin...

Oleh: M. Irhamni Sabil, S.Sy., MH Sudah hampir satu bulan konflik yang menerpa jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bergulir di ruang...

Seni Merawat Khidmah: Ikhtiar Menghidupkan...

Oleh: M. Adib Shofwan Khidmah di Nahdlatul Ulama bukan sekadar soal niat baik, tetapi juga membutuhkan seni, gagasan kreatif, dan strategi yang...

Gus Dur, sudah Lama Jadi Pahlawan Rakyat

Desember identik dengan bulan Gus Dur. Khaul ke-16 tahun ini digelar di mana-mana .Majalah AULA edisi bulan Desember tak absen mengangkat tema...

Advertisement

Press ESC to close