Mencari Dirigen Orkestra NU Kendal

...

Oleh: Fahroji Majalah Aula edisi Maret 2022 terbitan PWNU Jawa Timur mengangkat ummurrisalah (headline) Orkestrasi Potensi Jam'iyah. Orkestra adalah konser yang terdiri dari banyak alat musik dan paduan suara. Orkestra dipimpim oleh seorang dirigen atau konduktor yang bertugas mengatur tempo, ritme konser orkestra sehingga tidak saling mendahului dalam memainkan alat musik. Semua jenis alat musik dalam orkestra mempunyai suara yang berbeda saat dimainkan. Alat yang bermacam-macam itu ada kalanya dimainkan bersama-sama ada juga saatnya dimainkan bergantian sehingga menghasilkan musik yang enak didengar. Menganalogikan potensi jam'iyah NU seperti sebuah orkestra artinya bahwa potensi jam'iyah NU itu saat ini sudah sangat beragam dan membutuhkan seorang dirigen (pemimpin) yang sesuai kebutuhan dan tantangan zaman. Sebagaimana dilansir dari majalah tersebut, Presiden Joko Widodo saat pengukuhan PBNU menyatakan bahwa NU merupakan potensi bangsa yang sangat besar. Talenta-talenta muda hebat semakin banyak yang tersebar dalam berbagai profesi. Apresiasi juga diberikan oleh Wakil Presiden KH. Ma'ruf Amin. Mantan Rois Aam PBNU itu menyampaikan bahwa sesungguhnya NU memiliki potensi yang besar untuk melaksanakan program merawat jagad dan membangun peradaban. Bila demikian keadaannya, maka tugas maha mulia PBNU hingga tingkat Pengurus Ranting atau bahkan Anak Ranting NU adalah mengorkestra potensi jama'ah maupun jam'iyah yang ada. Bila itu dilakukan, bukan tidak mungkin kehadiran jam'iyah dalam melayani dan bermanfaat kepada umat akan bisa diraih. Dan hal itu tentu saja membutuhkan pengurus yang piawai dalam mendata, menyapa, dan memadukan kelebihan warga sesuai dengan kebutuhan di kawasan setempat. Kendal sebagai bagian cabang dari jam'iyah NU potensinya juga demikian sebagaimana disebut di atas. Warganya memiliki beragam latar belakang baik ekonomi, profesi, sosial, kultur, maupun afiliasi politiknya dan tersebar mulai dari ujung timur pantai Ngebum Kaliwungu sampai ujang barat pantai Sikucing Rowosari dan berada di titik teratas Kabupaten Kendal di Dusun Kenjuran Purwosari Sukorejo yang berada di lereng Gunung Prau. Kondisi warga NU di Kendal yang beragam itu saat ini sedang mencari dirigen yang bisa memadukan potensi jam'iyah NU Kendal sehingga menghasilkan orkestra NU yang enak didengar dan dirasakan warganya. Konferensi Cabang (Konfercab) NU Kendal sebagai wahana evaluasi diri organisasi akan digelar di akhir tahun 2022 yang juga tahun terakhir satu abad pertama berdasar kalender hijriyah. Memasuki tahun pertama abad kedua diharapkan NU Kendal sudah memiliki dirigen orkestra yang mampu memadukan semua jenis alat musik yang berbeda suaranya. Atau dengan kata lain NU Kendal ke depan membutuhkan figur yang bisa merangkul semua pihak yang berbeda latar belakang dan mampu memberdayakan potensi warga NU baik yang ada di pesisir maupun pegunungan. Untuk menghasilkan yang demikian dibutuhkan pemikiran yang jernih dan kemampuan menatap ke depan dan itu harus ada pada para Rois dan ketua MWC NU yang menjadi wakil warga NU di masing-masing kecamatan untuk menentukan pilihan. Sisa waktu yang tinggal beberapa bulan di masa khidmat ini semoga bisa dimanfaatkan untuk merenung dan berpikir jernih menentukan pilihan yang terbaik. Sebagai warga NU kita hanya bisa berdoa semoga para kiai yang menjabat Rois maupun ketua MWC NU diberi kekuatan lahir dan batin dan diberi petunjuk oleh Allah SWT untuk menentukan pilihan terbaik dan dijauhkan dari langkah pragmatis (kepentingan sesaat/jangka pendek) yang sering menggoda dalam setiap forum tertinggi dalam sebuah organisasi.

Penulis adalah warga NU tinggal di Sukorejo.

Informasi Lainnya

Banser dan Natal: Khidmah Kemanusiaan Tanpa...

Oleh: Anis Hidayati Barisan Ansor Serbaguna (Banser) merupakan lembaga semi-otonom di bawah naungan Gerakan Pemuda (GP) Ansor, badan otonom...

Bola Liar Konflik PBNU dan Harapan Nahdliyyin...

Oleh: M. Irhamni Sabil, S.Sy., MH Sudah hampir satu bulan konflik yang menerpa jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bergulir di ruang...

Seni Merawat Khidmah: Ikhtiar Menghidupkan...

Oleh: M. Adib Shofwan Khidmah di Nahdlatul Ulama bukan sekadar soal niat baik, tetapi juga membutuhkan seni, gagasan kreatif, dan strategi yang...

Gus Dur, sudah Lama Jadi Pahlawan Rakyat

Desember identik dengan bulan Gus Dur. Khaul ke-16 tahun ini digelar di mana-mana .Majalah AULA edisi bulan Desember tak absen mengangkat tema...

Advertisement

Press ESC to close