Kemulian Warga NU Bukan Karena Jabatan Struktural

...

Oleh: Fahroji "Kemulian warga NU bukan berdasarkan pada tinggiya jabatan dalam struktur. Belum tentu kita yang di pengurus Wilayah lebih mulia dari pengurus Ranting. Bisa jadi pengurus Ranting lebih mulia dari kita di Wilayah" Quote Ketua PWNU Jateng KH. Muhammad Muzamil yang dibuat tim kreator NU Online Jateng yang dikutip dari sambutannya saat Pembukaan Rakerwil PWNU Jateng di MAJT Semarang belum lama ini nampaknya mendapat banyak tanggapan positif dari warganet. Ketua LDNU Boja, Kasan Asy'ari mengomentari Quote itu dinilai sangat "menohok" dan harus menjadi bahan introspeksi bagi kita, tulisnya di grup WA Forum Warga NU. Rais MWC NU Patean, KH. Ahmad Rajin juga menanggapi dengan positif Quote ketua PWNU itu. "Saya sepakat dengan Kiai Muzamil. Intinya, bukan kita menjadi apa di NU, tapi kita bisa apa di NU." Bagi pengasuh Pondok Pesantren Assalafiyah Annahdliyah Curugsewu Patean itu masalah tingkatan jabatan dalam struktur NU hanyalah masalah koordinasi organisasi saja. Nampaknya Kiai Rajin ingin menandaskan bahwa yang terpenting adalah apa yang bisa diberikan untuk NU dengan jabatan yang disandangnya. Bukan dapat apa setelah menjadi pengurus NU. Kiai Rajin juga tidak sekedar berkomentar, terbukti selama kiprahnya di NU Kecamatan Patean, ia berhasil merintis berdirinya MTs NU 29 Patean, Ponpes Assalafiyah Annahdliyah dengan NU Coffee-nya yang makin dikenal. Di grup WA lain, secara singkat Wakil Sekretaris PCNU Kendal, H. Nur Wahib juga memberikan komentar bahwa yang terpenting di NU adalah bisa ikut berperan sekecil apapun perannya. Apa yang disampaikan Nur Wahib juga diamini oleh Wakil Ketua PCNU Kendal, H. Jakfar Baihaqi, "Seratus persen benar pak." Dengan berorientasi pada capaian yang telah berhasil ditorehkan seorang pemimpin maka paradiqma keberhasilan seorang pemimpin organisasi tidak lagi dinilai dari berapa periode ia mampu memimpin organisasi. Tapi akan bergeser pada berapa banyak hasil yang dicapai selama memimpin. Karena bisa jadi orang mampu menjadi pemimpin organisasi selama beberapa periode tapi hasilnya tidak jauh berbeda dengan yang hanya satu periode. Dengan peran yang diambil Pengurus Ranting NU sebagai ujung tombak yang berhadapan langsung dengan warga NU dalam berbagai program seperti Kartanu oleh PWNU, RSNU dan Koin NU oleh PC NU, Pembangunan gedung NU di beberapa MWC NU semuanya menempatkan Pengurus Ranting sebagai garda terdepan eksekusi program-program tersebut. Tak jarang Pengurus Ranting menghadapi caci makian dari warganya sendiri yang tingkat kesadaran beramalnya masih kurang terkait mobilisasi dana untuk pembangunan misalnya. Atau jika ada komplain program yang tersendat seperti pengadaan Kartanu maka Pengurus Rantinglah yang akan kena getahnya pertama kali. Melihat betapa beratnya tugas dan beban mental yang dihadapi Pengurus Ranting sebagai pelaksana program di lapangan, sehingga dengan kesadarannya Kiai Muzamil menyampaikan statementnya yang menjadi quote tersebut. Saya pribadi sepakat dengan quote Kiai Muzamil seperti halya komentar Kang Kasan, Kiai Rajin, Kang Wahib maupun Doktor Jakfar. Bagaimana dengan anda?

Penulis adalah Wakil Sekretaris PCNU Kendal 2012-2017

Informasi Lainnya

Banser dan Natal: Khidmah Kemanusiaan Tanpa...

Oleh: Anis Hidayati Barisan Ansor Serbaguna (Banser) merupakan lembaga semi-otonom di bawah naungan Gerakan Pemuda (GP) Ansor, badan otonom...

Bola Liar Konflik PBNU dan Harapan Nahdliyyin...

Oleh: M. Irhamni Sabil, S.Sy., MH Sudah hampir satu bulan konflik yang menerpa jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bergulir di ruang...

Seni Merawat Khidmah: Ikhtiar Menghidupkan...

Oleh: M. Adib Shofwan Khidmah di Nahdlatul Ulama bukan sekadar soal niat baik, tetapi juga membutuhkan seni, gagasan kreatif, dan strategi yang...

Gus Dur, sudah Lama Jadi Pahlawan Rakyat

Desember identik dengan bulan Gus Dur. Khaul ke-16 tahun ini digelar di mana-mana .Majalah AULA edisi bulan Desember tak absen mengangkat tema...

Advertisement

Press ESC to close