Oleh: Nur Fadhul Ma’arif
KH Baidhowi adalah seorang tokoh perintis dan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Kendal. Tokoh yang berasal dari Kelurahan Langeharjo, Kecamatan Kota Kendal ini merupakan murid Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang seangkatan dengan KH. Nur, Moga Pemalang dan KH. Dulmanan.
Saat NU lahir tahun 1926, santri Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari yang telah matang ditugaskan pulang untuk mendirikan NU di daerah masing-masing termasuk KH. Baidhowi. Setelah pulang ke Kendal, beliau masih menyampatkan waktu menambah khazanah keilmuannya dengan mengaji di sejumlah pondok pesantren, diantaranya di Sukolilan dan Babadan Patebon, berguru kepada KH. Rukyat Kaliwungu dan pesantren Tugu Semarang.
Pada tahun 1928, atas restu para kiai dan gurunya, KH. Baidhowi mendirikan PCNU Kendal. Beliaupun diangkat sebagai Rois Syuriyah PCNU Kendal yang pertama bersama Kiai Muhammad Pekauman sebagai Ketua Tanfidziyah. Di tingkat wilayah, beliau juga pernah menjabat sebagai Syuriyah PW NU Jawa Tengah yang kemudian dilanjutkan oleh KH Bisri Mustofa Rembang.
KH Baidhowi wafat pada tahun 1965 pada usia 105 tahun dan dimakamkan di Pemakaman Darul Mu’mini Kelurahan Bugangin ?Kecamatan Kendal Kabupaten Kendal. Beliau meninggalkan seorang istri Nyai Juwariyah, 4 orang putra dan 2 putri.
Salah satu putra beliau, Kiai Jumadi yang bermukim di Kelurahan Langenharjo (bekas stasiun) kini menjadi penerus perjuangan Sang Ayah. Kedua putra Kiai Jumadi, yakni Khusnun dan Miftah Slamet kini duduk di jajaran Tanfidziyah Ranting NU Langenharjo.
Ditulis dalam rangka Hari Lahir Nahdlatul Ulama ke-99 Tahun 1443/2022
Penulis adalah aktivis NU Kendal, Kontributor NU Kendal Online dan pengajar di SMK NU 01 Kendal