Hari ini NUKO kembali menggelar Pelatihan Jurnalistik Angkatan ke-4 di Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MA NU) Sunan Katong Kaliwungu Selatan. Sebagaimana diberitakan media ini dua minggu menjelang kegiatan, kuota untuk peserta sudah penuh. Ini menunjukkan kesadaran para kader NU di Kendal terhadap kemampuan menulis semakin meningkat dan memang sudah seharusnya menjadi kebutuhan diera digital ini.
Tidak hanya yang digelar NU Kendal Online, beberapa Badan Otonom baik tingkat Cabang maupun Majelis Wakil Cabang (MWC) telah menggelar Pelatihan Jurnalistik secara mandiri untuk anggota Badan Otonom (Banom) yang bersangkutan. Sebut saja yang terbaru PAC IPNU-IPPNU Pageruyung, PAC Ansor Kaliwungu dengan dengan Klasik-nya. Bahkan dari pantauan NUKO, PC Pagarnusa Kendal khususnya Pasukan Inti (Pasti) yang biasanya bergerak dalam olah kanuragan juga merasa perlu membekali Pasuksn Intinya dengan kemampuan jurnalistik dan membuat laporan.
Dalam waktu berikutnya, Pelatihan Jurnalistik juga akan terus digelar baik di Siboli (Singorojo, Boja, Limbangan) atau di wilayah Selatan Sukorejo, Pageruyung, Plantungan dan Patean.
Banyaknya Pelatihan-pelatihan itu menunjukkan adanya kesadaran pentingnya kemampuan menulis. Bahkan kemampuan menulis itu hemat kita harus dimiliki. Suka atau tidak suka pada saatnya kita akan dituntut harus bisa menulis kalau tidak ingin terlibas kemajuan zaman.
Saat ini bisa dikatakan sebagian besar orang pegang hand phone (HP). Namun tidak semua orang yang pegang HP bisa menulis dalam arti menulis sesuai kaidah jurnalistik dan teori kepenulisan.
Padahal jika keterampilan itu bisa dimiliki kita bisa menulis di mana saja. Seorang ustadz atau kiai yang selesai mengaji misalnya di samping berceramah di hadapan jama'ah masih bisa menulis inti ceramahnya menjadi sebuah artikel yang bisa dimuat di website dan itu tentunya menambah keberkahan.
Bahkan seorang petani yang pegang HP ketika istirahat di gubugnya andaikan dia memiliki kemampuan menulis yang memadai bisa menuangkan ide dan imajinasi dalam bentuk tulisan seperti puisi yang menggambarkan keindahan alam maupun artikel tentang pertanian dan pengalaman pertaniannya. Sekali lagi, itu bisa dilakukan kalau punya skill menulis yang harus dilatih dan dibiasakan.
Alhasil ditengah kemajuan teknologi ini sebagai bagian dari NU kita harus bisa memanfaatkannya sebagai wasilah untuk dakwah Islam Rahmatal lil Alamin mengimbangi dakwah digital kelompok radikal. (Fahroji)