Oleh: Fajar Noviardhi
Kala mentari masih dalam pelukan
Suara ayam jantan berkokok bersautan
Engkau telah menata segala persiapan
Menjalani hari penuh kebahagiaan
Jarak yang jauh tak jadi hambatan
Jalanan berbatu telah jadi teman
Meskipun jauh dari kata nyaman
Semangatmu tetap jadi pedoman
Katamu
Tak mengapa bajuku telah kusam
Asal muridku tak menemui masa kelam
Tak mengapa sepatuku usang
Asal muridku memiliki masa depan
Tak mengapa ku tempuh jalan kaki
Asal bangsaku merdeka di tangan sendiri
Guruku
Tanpamu aku tak akan mengenal pengetahuan
Tanpamu aku tak mampu menggapai masa depan
Tanpamu aku tak akan mengenal sosok panutan
Meskipun kala ku belajar
Aku sering melukai hatimu
Aku tak menghiraukan wajah lelahmu
Aku tak menuruti semua arahan muliamu
Kini aku berdoa
Semoga senyummu tak hanya di dunia saja
Semoga sepatu usangmu menjadi saksi
Pahala dan surga sang Ilahi