Sepatu Usang

...

Oleh: Fajar Noviardhi

Kala mentari masih dalam pelukan
Suara ayam jantan berkokok bersautan
Engkau telah menata segala persiapan
Menjalani hari penuh kebahagiaan

Jarak yang jauh tak jadi hambatan
Jalanan berbatu telah jadi teman
Meskipun jauh dari kata nyaman
Semangatmu tetap jadi pedoman

Katamu
Tak mengapa bajuku telah kusam
Asal muridku tak menemui masa kelam
Tak mengapa sepatuku usang
Asal muridku memiliki masa depan
Tak mengapa ku tempuh jalan kaki
Asal bangsaku merdeka di tangan sendiri

Guruku
Tanpamu aku tak akan mengenal pengetahuan
Tanpamu aku tak mampu menggapai masa depan
Tanpamu aku tak akan mengenal sosok panutan

Meskipun kala ku belajar
Aku sering melukai hatimu
Aku tak menghiraukan wajah lelahmu
Aku tak menuruti semua arahan muliamu

Kini aku berdoa
Semoga senyummu tak hanya di dunia saja
Semoga sepatu usangmu menjadi saksi
Pahala dan surga sang Ilahi

Informasi Lainnya

Banser dan Natal: Khidmah Kemanusiaan Tanpa...

Oleh: Anis Hidayati Barisan Ansor Serbaguna (Banser) merupakan lembaga semi-otonom di bawah naungan Gerakan Pemuda (GP) Ansor, badan otonom...

Bola Liar Konflik PBNU dan Harapan Nahdliyyin...

Oleh: M. Irhamni Sabil, S.Sy., MH Sudah hampir satu bulan konflik yang menerpa jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bergulir di ruang...

Seni Merawat Khidmah: Ikhtiar Menghidupkan...

Oleh: M. Adib Shofwan Khidmah di Nahdlatul Ulama bukan sekadar soal niat baik, tetapi juga membutuhkan seni, gagasan kreatif, dan strategi yang...

Gus Dur, sudah Lama Jadi Pahlawan Rakyat

Desember identik dengan bulan Gus Dur. Khaul ke-16 tahun ini digelar di mana-mana .Majalah AULA edisi bulan Desember tak absen mengangkat tema...

Advertisement

Press ESC to close