Sukorejo, pcnukendal.com - Sukorejo, kota kecil di sebelah Selatan Kabupaten Kendal ternyata banyak melahirkan bibit-bibit penulis berbakat mulai dari cerpen, puisi maupun lainnya. Bahkan budayawan kondang almarhum Prie GS masa kecilnya juga dihabiskan di Sukorejo.
Kota kecil di lereng Gunung Prau itu nampaknya akan terus melahirkan talenta baru berbakat yang akan berproses seiring dengan perjalanan waktu.
Rizka Lukmana, alumnus Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MA NU) 10 Sukorejo lulusan tahun 2018 adalah salah satu talenta baru dalam dunia sastra yang mulai bersinar. Perempuan kelahiran Jurangagung Plantungan Kendal itu telah melahirkan buku antologi puisi bersama dua temannya Arizqi Ihsan Pratama dan Isna Kamila Liyana yang diberi judul Nyayian Sunyi.
Menurut guru Bahasa Indonesia MA NU 10 Sukorejo, Ahmad Saefudin, Rizka memang memiliki bakat menulis baik puisi maupun cerpen. Bahkan pihak madrasah sempat memberikan hadiah kambing saat masih menjadi murid di Manuluh (MA NU 10) Sukorejo.
"Dulu anaknya agak pemalu tapi berprestasi. Bakatnya nampaknya semakin terasah di tempat kuliahnya," cerita Saefudin.
Rizka Lukmana yang juga tercatat sebagai alumnus MTs NU 15 Jurangagung, sekarang menempuh studi di STAI Darunnajah Bogor Jawa Barat jurusan Manajemen Pendidikan Islam.
"Di kota hujan Bogor tempat kuliah, Rizka juga pernah menyabet beberapa kali juara 1 lomba menulis," tutur Kepala MA NU 10 Sukorejo, Arini Windriyani yang rajin memantau perkembangan alumninya.
Puisinya yang berjudul Tentang Langkah sempat mendapat juara nasional. Kemudian, artikel yang berjudul Hari Pahlawan Tak Sebatas Upacara Bendara juga dinobatkan sebagai juara 1 tingkat nasional yang diselenggarakan Ukmjurnalistik.ibs.
Disamping buku Nyayian Sunyi, saat ini Rizka Lukmana juga sedang menunggu buku barunya berjudul Senandung Mimpi di Kala Fajar yang sedang proses cetak yang diterbitkan Penerbit Mengubah Semesta (META).
.
Selamat berkarya Rizka. Kamu baru memulai, jalan masih panjang. Semoga langkahmu menginspirasi sesama alumni sebagai wujud baktimu pada ibu pertiwi. (Fahroji)