Bila Malam

...

Oleh: Mufty

Bila malam melaju
Debur ombak lautan
Terdengar sampai rumahku
Gemuruhnya sudah akrab di telinga gelap
Menidurkan petani membangunkan nelayan
Mengais nafkah mengikuti pasang surut kehidupan

Kantuk peliharaan menepi di beranda rumah
Kuncup wijaya kusuma mekar semerbak
Menghembuskan aroma mistikal
Mengunci kesegaran remang - remang

Malam terkadang menyeramkan
Tapi apa boleh buat,
Lapar lebih menakutkan

Informasi Lainnya

Banser dan Natal: Khidmah Kemanusiaan Tanpa...

Oleh: Anis Hidayati Barisan Ansor Serbaguna (Banser) merupakan lembaga semi-otonom di bawah naungan Gerakan Pemuda (GP) Ansor, badan otonom...

Bola Liar Konflik PBNU dan Harapan Nahdliyyin...

Oleh: M. Irhamni Sabil, S.Sy., MH Sudah hampir satu bulan konflik yang menerpa jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bergulir di ruang...

Seni Merawat Khidmah: Ikhtiar Menghidupkan...

Oleh: M. Adib Shofwan Khidmah di Nahdlatul Ulama bukan sekadar soal niat baik, tetapi juga membutuhkan seni, gagasan kreatif, dan strategi yang...

Gus Dur, sudah Lama Jadi Pahlawan Rakyat

Desember identik dengan bulan Gus Dur. Khaul ke-16 tahun ini digelar di mana-mana .Majalah AULA edisi bulan Desember tak absen mengangkat tema...

Advertisement

Press ESC to close