Oleh: Yusuf Setia Budi
Aku masih berjuang
Menggapai kemuliaan
Berulang kali terjatuh pada lubang kebodohan yang sama
Memaki diri dengan kedok kerendahan hati
Aku sadar, aku salah
Sekuat aku menahan tetesan air mata
Sekuat itu aku menahan jeritan tanpa kata
Lima batang cerutu lokal menemani malamku saat itu
Sebelas pena kupatahkan satu persatu
Dua ribu kata tercoret biru
Tanpa sadar celakku mulai luntur
Terhanyut air mata yang tak lagi mampu aku tahan
Perasaan yang terbangun begitu indah
Ternyata hanya sementara singgah
Hmmm, iya