Catatan Menjelang Akhir Masa Khidmat MWC NU Sukorejo

...

Oleh: Fahroji

Jika tidak ada aral melintang Pengurus Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Sukorejo masa khidmat 2016-2021 akan menggelar Konferensi pada Sabtu 21 Agustus 2021 di Gedung MWC NU Sukorejo.

Penetapan hari H itu tepat batas akhir masa berlakunya SK PC NU Kendal tentang kepengurusan MWC NU Sukorejo yakni tanggal 21 Agustus 2021. Penyelenggaraan Konferensi yang tepat waktu itu dimaksud untuk menjaga dinamisasi organisasi sesuai dengan perkembangan jaman yang melesat begitu cepat menggunakan piranti teknologi informasi. Dalam kurun waktu 5 tahun evaluasi organisasi harus tetap dilakukan untuk mengidentifikasi tantangan baru yang muncul sekaligus menginventaris kekuatan baru sebagai sebuah capaian organisasi.

Kepengurusan MWC NU Sukorejo masa khidmat 2016-2021 adalah periode masa sulit dan berat. Betapa tidak, di tengah menjalankan amanat program kerja pembangunan gedung MWC NU yang tentu saja membutuhkan dana besar tiba-tiba saja pandemi Covid 19 yang melanda dunia telah meluluh lantakkan perekonomian yang tentu saja membawa konsekuensi pergeseran skala prioritas kebutuhan manusia. Demikian juga pembangunan gedung MWC NU Sukorejo yang awalnya ditopang oleh kegiatan besar semacam tahlil akbar dua kali dalam satu tahun harus berhenti total karena Pandemi Covid 19 sejak Februari 2020.

Kondisi internal organsasi yang diawal periode sebagian besar kepengurusan ranting NU mengalami kevacuman juga mengakibatkan pembangunan gedung MWC NU tidak bisa serta merta segera dimulai. Selama setahun MWC NU Sukorejo harus keluar masuk desa di daerah pegunungan untuk konsolidasi organisasi menghidupkan 15 ranting dari 18 ranting yang ada.

Memasuki tahun kedua ketika hendak memulai pembangunan gedung MWC saya pribadi bermasalah terhadap jabatan saya sebagai ketua MWC NU. Waktu itu sebagai salah satu komisioner KPU Kendal diberlakukan larangan menjabat pengurus organisasi kemasyarakatan. Atas ketentuan itu sayapun ikhlas mengundurkan diri. Bagi saya itu sebenarnya bukan masalah, karena ketika konferensi MWC NU tidak pernah terlintas sedikitpun untuk menjadi ketua MWC NU Sukorejo. Bahkan ketika itu saya sudah menjadi salah satu wakil sekretaris PC NU Kendal yang oleh Kiai Danial ditugasi memimpin sidang pleno pemilihan rois dan ketua MWC NU Sukorejo. Namun yang terjadi diluar dugaan saya yang tidak aktif lagi sebagai wakil ketua MWC NU justru dipaksa kembali ke MWC NU dengan dipilih sebagai ketua.

Pengunduran diri saya oleh Rois MWC NU KH. Ibadi nampaknya juga diterima dengan setengah hati. Di internal organisasi saya hanya diberi status non aktif. Perdebatan tentang kriteria "berhalangan tetap" menjadi rame. Bagi Kiai Ibadi purna
tugas setelah KPU, saya masih diharap bisa kembali. "Kita tidak tahu apa yang akan terjadi setelah 2018 nanti. Kita non aktifkan saja dan mengangkat Pak Ahmad Saefudin selaku wakil ketua sebagai Plt. Ketua MWC NU Sukorejo," kata Kiai Ibadi saat rapat MWC NU waktu itu.

Benar saja, awal tahun 2019, pengurus MWC NU dengan kesepakatan Pengurus Ranting NU dalam pertemuan rutin Ahad Kliwon MWC NU di Desa Tamanrejo mencabut status non aktif saya sebagai ketua MWC NU dan mengaktifkan kembali serta melakukan reshuffle pengurus yang tidak aktif yang ditindaklanjuti dengan pengajuan SK hasi reshuffle.

Namun demikian, di tengah persoalan perjalanan kepengurusan MWC NU Sukorejo yang demikian beberapa amanat program kerja konferensi tetap bisa dijalankan diantaranya hampir semua ranting NU yang ada sudah bisa aktif bahkan beberapa ranting sudah membentuk kepengurasan Anak Ranting dan membawa dampak positif bagi pembentukan Banom NU di tingkat Ranting. Adanya pertemuan rutin MWC NU dengan PR NU setiap Ahad Kliwon sehingga komunikasi dan koordinasi berjalan baik yang berdampak pada terealisasinya program kerja. Adanya rapat bulanan MWC NU melalui lailatul ijtima' tiap malam Ahad Pon sehingga keputusan MWC NU bisa diambil secara kolektif kolegial bukan semata-mata pemikiran rois maupun ketua MWC NU.

Demikian juga dengan program fisik yang paling berat pembangunan gedung MWC NU yang meskipun belum selesai masih bisa berjalan pelan tapi pasti di tengah wabah pandemi Covid 19. Keberadaan Lazisnu dengan program Koin NU di Sukorejo juga telah mampu membeli mobil ambulans untuk pelayanan umat menyesuaikan dengan MWC NU yang lain.

Menjelang berakhirya masa khidmat sampai 21 Agustus mendatang tentu tidak semua program bisa direalisasi. Penguatan organisasi dan kaderidasi pengurus ranting, kegiatan pengkaderan seperti PKPNU, MKNU harus digalakkan pada periode mendatang. Kemandirian organisasi perlu ditingkatkan untuk menopang pendanaan organisasi di samping menyelesaikan pembangunan gedung MWC NU. Memperbanyak pendirian pendidikan pra sekolah PAUD dan TK juga banyak diusulkan untuk memproteksi anak-anak warga NU dari sisi akidah sedini mungkin.

Satu-satunya yang bisa diharapkan terealisasi sebelum pelaksanan konferensi adalah pemanfaatan lantai 1 gedung MWC NU untuk NU Mart yang rencananya akan dilaunching 15 Juli mendatang. Semoga Allah memudahkannya sehingga bisa melengkapi Laporan Pertanggungjawaban Konferensi nanti. Aamiin.

Penulis Ketua MWC NU Sukorejo 2016-2021

Informasi Lainnya

Banser dan Natal: Khidmah Kemanusiaan Tanpa...

Oleh: Anis Hidayati Barisan Ansor Serbaguna (Banser) merupakan lembaga semi-otonom di bawah naungan Gerakan Pemuda (GP) Ansor, badan otonom...

Bola Liar Konflik PBNU dan Harapan Nahdliyyin...

Oleh: M. Irhamni Sabil, S.Sy., MH Sudah hampir satu bulan konflik yang menerpa jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bergulir di ruang...

Seni Merawat Khidmah: Ikhtiar Menghidupkan...

Oleh: M. Adib Shofwan Khidmah di Nahdlatul Ulama bukan sekadar soal niat baik, tetapi juga membutuhkan seni, gagasan kreatif, dan strategi yang...

Gus Dur, sudah Lama Jadi Pahlawan Rakyat

Desember identik dengan bulan Gus Dur. Khaul ke-16 tahun ini digelar di mana-mana .Majalah AULA edisi bulan Desember tak absen mengangkat tema...

Advertisement

Press ESC to close