Kang Huda, Sang Perawat Aswaja

...

Oleh: Nazlal Firdaus Kurniawan

Pergerakan Nahdlatul Ulama di Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal tak lepas dari peran Kang Huda. Sosok pria kelahiran Kendal, 20 November 1976 ini bernama lengkap Saikhul Huda.

Saat ini, ia tinggal di Desa Tejorejo RT 03 RW 03 Kecamatan Ringinarum bersama istrinya Budi Rahayu dan kedua anaknya, Daffa Zulfikar Fahmi dan M. Faiq Murtaja. Kediamannya kerap disambangi oleh anggota IPNU Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Ringinarum, untuk sekedar minta saran dan pendapat atau merancang program dan kegiatan.

Budi Rahayu, yang akrab disapa Mbak Tayu merupakan kader yang berangkat dari IPPNU. Saat ini ia menjabat Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Ringinarum. Sedangkan Kang Huda pernah menjabat Ketua Pimpinan Ranting (PR) IPNU Desa Ngerjo dan Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU Kecamatan Ringinarum. Bagi anggota IPNU-IPPNU Ringinarum, Kang Huda menjadi panutan yang ramah dan tidak pelit ilmu.

Kiprahnya di Gerakan Pemuda (GP) Ansor pernah menjabat Ketua PAC GP Ansor Ringinarum dan kemudian menjadi Tim Instruktur Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kendal. Tim Instruktur merupakan tim yang mengorganisir dan memfasilitasi pendidikan dan pelatihan kader pada jenjang tertentu. Anggota tim tersebut harus memiliki kapasitas yang memadai dan berpengalaman cukup dalam mengorganisir dan memfasilitasi pendidikan dan pelatihan, serta sudah bersertifikasi instruktur melalui jalur pendidikan Latihan Instruktur (LI).

Pada kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD), Kang Huda kerap didapuk sebagai pemateri ke-NU-an dan ke-Indonesia-an yang merupakan materi terpenting dalam PKD. Saat menyampaikan materi, ia selalu berpesan agar para generasi muda NU akan pentingnya mendokumentasikan setiap peristiwa sebagai bukti sejarah supaya kelak tidak dibelokkan oleh sejarah. Apalagi seiring berkembangnya teknologi, saat ini hal itu menjadi lebih mudah. Media komunikasi dan media sosial tersedia dengan berbagai platform. NU Kendal sendiri juga memiliki website resmi pcnukendal.com yang dapat dijadikan wadah dokumentasi dan informasi.

Riwayat pendidikannya dimulai dengan belajar di SDN Ngerjo, MTs NU 08 Gemuh, SMA NU 03 Muallimin Weleri, Akper Muhammadiyah Kendal, dan terakhir di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Ngudi Waluyo Ungaran Fakultas Keperawatan.

Adapun pengalaman organisasinya diantaranya adalah Sekretaris PR IPNU Ngerjo (1994-1996?), Ketua PR IPNU Ngerjo (1996-1998?), Lembaga PAC IPNU Gemuh (1998-2000 ), Wakil Ketua PAC IPNU Gemuh (2000-2002?), Lembaga PC IPNU Kendal (1999-2001?), Wakil Sekretaris lll PC IPNU (2001-2003?), Ketua PAC IPNU Ringinarum (2002-204)?, Wakil Ketua PR Ansor Ngerjo (2008-2010)?, Ketua PAC Ansor Ringinarum (2010-2013)?, Lembaga Lingkungan Hidup PC Ansor (2012-2016), Wakil Sekretarus lll PC Ansor (2016-2020), Lembaga Mabarrot PCNU Kendal, Lembaga Kesehatan PCNU Kendal .

Saat ini, Sekertaris Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kabupaten Kendal ini bekerja sebagai perawat di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soewondo Kendal.

Kang Huda merasa senang dan bangga dapat bisa berkumpul dan berkhidmat kepada para kiai. Ia hampir selalu tampak menjadi tim kesehatan pada setiap kegiatan NU. Pesannya untuk kader NU, “Selalu bisa meningkatkan kualitas seiring dengan kemajuan teknologi, supaya menjadi generasi penerus yang kaffah. Berikanlah yang terbaik untuk NU”.

Informasi Lainnya

Banser dan Natal: Khidmah Kemanusiaan Tanpa...

Oleh: Anis Hidayati Barisan Ansor Serbaguna (Banser) merupakan lembaga semi-otonom di bawah naungan Gerakan Pemuda (GP) Ansor, badan otonom...

Bola Liar Konflik PBNU dan Harapan Nahdliyyin...

Oleh: M. Irhamni Sabil, S.Sy., MH Sudah hampir satu bulan konflik yang menerpa jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bergulir di ruang...

Seni Merawat Khidmah: Ikhtiar Menghidupkan...

Oleh: M. Adib Shofwan Khidmah di Nahdlatul Ulama bukan sekadar soal niat baik, tetapi juga membutuhkan seni, gagasan kreatif, dan strategi yang...

Gus Dur, sudah Lama Jadi Pahlawan Rakyat

Desember identik dengan bulan Gus Dur. Khaul ke-16 tahun ini digelar di mana-mana .Majalah AULA edisi bulan Desember tak absen mengangkat tema...

Advertisement

Press ESC to close