Khutbah Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha untuk 5 Tahun

...

Umat Islam memiliki dua hari raya dalam satu tahun, yakni Idul Fitri dan Idul Adha. Hari raya menjadi momen yang selalu dinanti seluruh umat muslim di dunia.

Semangat Hari Raya Idul Fitri menjadi semangat untuk berubah menjadi insan yang lebih baik. Puasa yang telah kita lakukan selama bulan Ramadan mengajarkan untuk senantisa zikir kepada Allah. Keterjagaan jiwa harus dijaga pasca Ramadan agar spirit puasa tetap mengalir meski Ramadan telah berakhir.

Rasululloh SAW men-support kita untuk semangat berpuasa dengan mengatakan, "Bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan: bahagia ketika berbuka dan bahagia ketika bertemu Allah."

Kebahagiaan ketika berbuka berupa kesempurnaan ibadah puasa akan berimbas pada keistiqamahan dan bertambahnya ketaqwaan, hal ini terjadi di dunia. Sedangkan di akhirat kelak, kebahagiaan manusia akan sempurna ketika ia bisa bertemu Allah SWT, karena tiada nikmat yang melebihi kenikmatan bertemu Allah.

Ramadhan adalah bulan pilihan yang terkhusus untuk umat Nabi Muhammad SAW. Ibarat nabi, Ramadan adalah Nabi Yusuf, putra yang terpilih diantara putra-putra Nabi Ya’qub ‘alaihissalam. Untuk menjadi pilihan yang istimewa, Nabi Yusuf harus menjalani cobaan dan ujian. Demikian perumpamaan Ramadan untuk kita, ada banyak ujian dan latihan bagi kita. Bila kita bisa melalui dan menghadapi rintangan dan ujian di bulan suci tersebut, maka kita akan menjadi hamba yang istimewa.

Menyambut Hari Raya Idul Fitri ada beberapa amalan ibadah yang diperintahkan, yaitu:

  1. Membayar zakat fitrah
  2. Salat sunah 2 rakaat ketika malam hari raya (salat li ihyai lailatil id)
  3. Menghiasi malam dengan takbir, tahmid, tasbih dan taqdis
  4. Mandi sebelum berangkat salat id
  5. Makan sebelum berangkat salat id sebagai penanda tidak berpuasa
  6. Memakai wewangian
  7. Berangkat dan pulang dari salat id melewati jalan yang berbeda
  8. Melaksanakan salat idul fitri
  9. Mendengarkan khutbah
  10. Puasa 6 hari setelah hari raya, dalam tradisi kita ditutup dengan Bodo Syawal

Hari raya kedua bagi umat Islam adalah Hari Raya Idul Adha atau Idul Qurban. Qurban merupakan sajian dari Allah untuk umat Islam. Banyak nikmat yang Allah turunkan pada hari tersebut. Ketika manusia mendapatkan limpahan nikmat maka satu hal yang harus diingat adalah bersyukur.

Semangat qurban menguji kemurnikan cinta kita kepada Allah dengan pembuktian seberapa kualitas cinta kita kepada-Nya sebagaimana telah dicontohkan oleh Nabi Ibrahim alaihis salam. Kecintaan Ibrahim pada selain Allah diuji dengan penyembelihan putranya yang kemudian diganti dengan domba dari surga. Dalam ibadah ada makna hudhuk sebagai penghambaan abid pada Sang Khaliq.

Dari sisi hablum minan naas atau sosial kemasyarakan, qurban menjadi penglipur lara bagi orang fakir dan miskin, menjadi hidangan bagi sanak keluarga dan masyarakat sehingga dapat menjadi perekat tali persaudaraan dan kasih sayang dari sebagian mereka yang lebih berkecukupan.

Momen Hari Raya Idul Adha bersamaan dengan pelaksanaan rukun Islam yang ke-5 yakni ibadah haji, ibadah yang menjadi penyempurna keislaman seorang mukmin. Dalam tradisi kita, orang yang sudah melaksanakan ibadah haji dipanggil dengan sebutan Pak Haji atau Bu Haji, sebutan tersebut sebagai tanda penghormatatn dari masyarakat. Meski demikian, meminta dan berharap penghormatan tersebut setelah menunaikan ibadah haji bukanlah hal yang baik.

Judul buku : Khutbah Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha untuk 5 Tahun
Penyusun : Muhammad Adib
Penerbit : Pustaka Amanah Kendal tahun 2016?
Jumlah Halaman : 132 halaman (saku)

Informasi Lainnya

Banser dan Natal: Khidmah Kemanusiaan Tanpa...

Oleh: Anis Hidayati Barisan Ansor Serbaguna (Banser) merupakan lembaga semi-otonom di bawah naungan Gerakan Pemuda (GP) Ansor, badan otonom...

Bola Liar Konflik PBNU dan Harapan Nahdliyyin...

Oleh: M. Irhamni Sabil, S.Sy., MH Sudah hampir satu bulan konflik yang menerpa jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bergulir di ruang...

Seni Merawat Khidmah: Ikhtiar Menghidupkan...

Oleh: M. Adib Shofwan Khidmah di Nahdlatul Ulama bukan sekadar soal niat baik, tetapi juga membutuhkan seni, gagasan kreatif, dan strategi yang...

Gus Dur, sudah Lama Jadi Pahlawan Rakyat

Desember identik dengan bulan Gus Dur. Khaul ke-16 tahun ini digelar di mana-mana .Majalah AULA edisi bulan Desember tak absen mengangkat tema...

Advertisement

Press ESC to close