Imma Saidatun Nihlah
Pagi buta mata, dia membawa asa
bergerak tak bersuara
memasrahkan sujud pada-Nya
untuk segala harapan dan cita
Lalu, tak ada jeda untuk diam
Membuat kebahagiaan dengan dua genggam
Mencipta rasa dan membentuk kulum
Senyumnya tiada kelam
Bungah semangat pada saatnya, perlakuan
titi demi titi melangkah menyapa kepastian
walau kadang terjal jalan
Dia tidak apa, masih ada kekuatan
Tak lupa jalan kiprah untuk tetap berkhidmat
pada jalur keyakinan para perempuan hebat
Walau peluh ada tak menggurung niat
tuk jadi kader penuh tekad
Fatayat, kita adalah sahabat, yang tak mengharap pengakuan nyata ?
Hanya pada tawadhu para ulama ?
Fatayat, lautan perempuan hebat.?