Perempuan Hebat

...

Imma Saidatun Nihlah

Pagi buta mata, dia membawa asa
bergerak tak bersuara
memasrahkan sujud pada-Nya
untuk segala harapan dan cita

Lalu, tak ada jeda untuk diam
Membuat kebahagiaan dengan dua genggam
Mencipta rasa dan membentuk kulum
Senyumnya tiada kelam

Bungah semangat pada saatnya, perlakuan
titi demi titi melangkah menyapa kepastian
walau kadang terjal jalan
Dia tidak apa, masih ada kekuatan

Tak lupa jalan kiprah untuk tetap berkhidmat
pada jalur keyakinan para perempuan hebat
Walau peluh ada tak menggurung niat
tuk jadi kader penuh tekad

Fatayat, kita adalah sahabat, yang tak mengharap pengakuan nyata ?
Hanya pada tawadhu para ulama ?

Fatayat, lautan perempuan hebat.?

Informasi Lainnya

Banser dan Natal: Khidmah Kemanusiaan Tanpa...

Oleh: Anis Hidayati Barisan Ansor Serbaguna (Banser) merupakan lembaga semi-otonom di bawah naungan Gerakan Pemuda (GP) Ansor, badan otonom...

Bola Liar Konflik PBNU dan Harapan Nahdliyyin...

Oleh: M. Irhamni Sabil, S.Sy., MH Sudah hampir satu bulan konflik yang menerpa jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bergulir di ruang...

Seni Merawat Khidmah: Ikhtiar Menghidupkan...

Oleh: M. Adib Shofwan Khidmah di Nahdlatul Ulama bukan sekadar soal niat baik, tetapi juga membutuhkan seni, gagasan kreatif, dan strategi yang...

Gus Dur, sudah Lama Jadi Pahlawan Rakyat

Desember identik dengan bulan Gus Dur. Khaul ke-16 tahun ini digelar di mana-mana .Majalah AULA edisi bulan Desember tak absen mengangkat tema...

Advertisement

Press ESC to close