Maqashidush Shaumi: Kitab Tipis Paket Komplit

...

Nama Syaikh Izzuddin Abdul Aziz bin Abdissalam sangat terkenal di kalangan para ulama yang bermadzhab Syafi'i. Sebab, kitab-kitab beliau yang lebih dari 35 judul itu dikaji oleh para ulama dan dirujuk dalam kitab-kitab para ulama pasca wafat beliau 660 H hingga ulama masa kini. Bahkan, para ulama pun menyebut beliau sebagai Sulthanul Ulama' (Raja atau Pemimpin Ulama).

Salah satu karya beliau yang populer dan sangat spesifik membicarakan puasa adalah kitab Maqashidush Shaumi. Tidak mengherankanlah jika kitab tersebut dikaji secara individual maupun kolektif pada bulan Ramadan.

Kitab itu sangat tipis karena hanya terdiri atas 40 halaman dengan ukuran huruf yang cukup besar dengan spasi yang renggang sehingga mudah dibaca. Meskipun tipis, kitab itu tergolong paket komplit karena isinya terdiri atas 10 pasal disertai dalil-dalil primer Alquran dan hadits, dengan syarah penulisnya yang padat dan lugas.

Sepuluh pasal itu adalah (1) perintah diwajibkannya puasa, (2) fadhilah puasa, (3) adab berpuasa, (4) yang harus dijauhi dalam puasa, (5) menggapai lailatul qadar, (6) i'tikaf dan membaca Alquran di bulan Ramadan, (7) puasa enam hari di bulan Syawal, (8) puasa mutlak, (9) puasa-puasa sunnah, dan (10) hari-hari yang dilarang puasa.

Semua pasal-pasal yang diuraikan dalam kitab ini sangat penting dipahami dan diketahu bagi umat Islam yang akan menjalankan ibadah puasa. Dengan memahami pasal-pasal tersebut, maka umat Islam menjadi lurus dan benar dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan. Jika benar menurut syariat, maka akan mempermudah diterimanya ibadah puasa Ramadan.

Pada bulan Ramadan ini alangkah baiknya jika kita mengaji kitab tipis karya Syekh Izzuddin Abdussalam Asysyafi'i ini. Kitab ini sangat cocok untuk dikaji mandiri terlebih jika dapat dijadikan bahan kajian taklim Ramadan secara bandongan. (Moh. Muzakka)

Judul Kitab: Maqashidush Shaumi
Penululis: Syaikh Izzuuddin Abdul Aziz bin Abdissalam Asysyafi'ii
Jumlah Halaman: 40 halaman
Penerbit: Almisbah

Informasi Lainnya

Banser dan Natal: Khidmah Kemanusiaan Tanpa...

Oleh: Anis Hidayati Barisan Ansor Serbaguna (Banser) merupakan lembaga semi-otonom di bawah naungan Gerakan Pemuda (GP) Ansor, badan otonom...

Bola Liar Konflik PBNU dan Harapan Nahdliyyin...

Oleh: M. Irhamni Sabil, S.Sy., MH Sudah hampir satu bulan konflik yang menerpa jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bergulir di ruang...

Seni Merawat Khidmah: Ikhtiar Menghidupkan...

Oleh: M. Adib Shofwan Khidmah di Nahdlatul Ulama bukan sekadar soal niat baik, tetapi juga membutuhkan seni, gagasan kreatif, dan strategi yang...

Gus Dur, sudah Lama Jadi Pahlawan Rakyat

Desember identik dengan bulan Gus Dur. Khaul ke-16 tahun ini digelar di mana-mana .Majalah AULA edisi bulan Desember tak absen mengangkat tema...

Advertisement

Press ESC to close