Gender dalam Budaya, Agama, dan Sastra

...

Pembicaraan gender sering dikaitkan dengan seks, kodrat, dan feminisme bahkan sering dikacaukan pemahamannya terhadap ketiganya. Memang, membicarakan gender sangat terkait dengan tiga hal tersebut, tetapi sering kali gender dipahami secara negatif terlebih dikaitkan dengan budaya dan agama.

Gender bukan jenis kelamin (seks) yang dikodratkan dan bukan pula paham perempuan (feminisme) atau paham laki-laki (maskulinisme). Namun, gender hanya memuat perbedaan fungsi dan peran sosial laki-laki dan perempuan yang terbentuk oleh lingkungannya. Dengan kata lain, gender adalah fungsi dan peran sosial laki-laki dan perempuan dalam masyarakat. Karena gender ini adalah fungsi dan peran sosial laki-laki dan perempuan, maka sangat membuka peluang untuk dipertukarkan sebab keduanya mempunyai potensi dan kemampuan untuk berperan sosial dalam masyarakat.

Hadirnya persoalan gender dalam sastra sebenarnya lebih merupakan ekspresi persoalan gender yang muncul dalam tataran sosial, budaya, dan agama. Dalam karya sastra, pengarang ikut mengangkat dan atau mempersoalkan gender dengan sudut pandang yang berbeda-beda pula. Hal itu sangat terkait dengan latar belakang sosial pengarang yang berbeda pula. Oleh karenaitu, sebagai dasar pemahaman gender dalam sastra, maka di bagian pertama buku ini disajikan secara khusus tentang gender dalam budaya, agama, dan sastra. Hal demikian dikaji mendalam oleh Moh. Muzakka dalam buku Gender dalam Sastra.

Buku tipis karya Moh.Muzakka memuat 6 bagian mengkaji persoalan gender dalam budaya, agama, dan sastra yang tak dapat dipisahkan, yakni (1) gender dalam budaya, agama, dan sastra, (2) persoalan gender dalam novel-novel Indonesia, (3) persoalan gender dalam sastra pesantren, (4) persoalan gender dalam lirik lagu, (5) perjuangan ideologi gender dalam ideologi realisme sosialis, dan (6) perjuangan ideologi realisme sosialis terhadap gender. Karena dalam pengantarnya Muzakka menyebutkan bahwa buku ini ditulis untuk menyambut bulan kartini, maka buku ini pun layak dibaca siapapun untuk menyambut Hari Kartini sebentar lagi.

Judul Buku : GENDER DALAM SASTRA
Penulis : Moh. Muzakka
Penerbit : Sint Publishing Semarang
Jumlah halaman : x + 143 halaman

Informasi Lainnya

Banser dan Natal: Khidmah Kemanusiaan Tanpa...

Oleh: Anis Hidayati Barisan Ansor Serbaguna (Banser) merupakan lembaga semi-otonom di bawah naungan Gerakan Pemuda (GP) Ansor, badan otonom...

Bola Liar Konflik PBNU dan Harapan Nahdliyyin...

Oleh: M. Irhamni Sabil, S.Sy., MH Sudah hampir satu bulan konflik yang menerpa jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bergulir di ruang...

Seni Merawat Khidmah: Ikhtiar Menghidupkan...

Oleh: M. Adib Shofwan Khidmah di Nahdlatul Ulama bukan sekadar soal niat baik, tetapi juga membutuhkan seni, gagasan kreatif, dan strategi yang...

Gus Dur, sudah Lama Jadi Pahlawan Rakyat

Desember identik dengan bulan Gus Dur. Khaul ke-16 tahun ini digelar di mana-mana .Majalah AULA edisi bulan Desember tak absen mengangkat tema...

Advertisement

Press ESC to close