Pembohong yang Manis

...

Yusuf Setia Budi

Benci tak nampak benci
Suka tak nampak suka
Aku bertopeng agama
Aku bertopeng persaudaraan
Aku saudaramu
Hanya topeng

Untuk diingat aku rela menjilat
Untuk dipuji aku rela mencaci-maki
Daganganku adalah omong kosong
Silat lidah kesana kemari
Agar mereka saling membenci

Bagiku semua halal
Asal menghasilkan nominal

Membentak pemabuk
Membentak pezina
Berteriak haram
Kubawakan untuknya kebohongan
Kusajikan untukmu kepalsuan
Agar lekas kalian saling bentur, angkat senjata

Aku tak takut kematian
Apalagi hanya ocehan
Soal Tuhan?
Terserah
Karena bagiku,
Kamu senang, saya senang
Kamu sedih, saya tambah senang

I love you dunia

Informasi Lainnya

Banser dan Natal: Khidmah Kemanusiaan Tanpa...

Oleh: Anis Hidayati Barisan Ansor Serbaguna (Banser) merupakan lembaga semi-otonom di bawah naungan Gerakan Pemuda (GP) Ansor, badan otonom...

Bola Liar Konflik PBNU dan Harapan Nahdliyyin...

Oleh: M. Irhamni Sabil, S.Sy., MH Sudah hampir satu bulan konflik yang menerpa jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bergulir di ruang...

Seni Merawat Khidmah: Ikhtiar Menghidupkan...

Oleh: M. Adib Shofwan Khidmah di Nahdlatul Ulama bukan sekadar soal niat baik, tetapi juga membutuhkan seni, gagasan kreatif, dan strategi yang...

Gus Dur, sudah Lama Jadi Pahlawan Rakyat

Desember identik dengan bulan Gus Dur. Khaul ke-16 tahun ini digelar di mana-mana .Majalah AULA edisi bulan Desember tak absen mengangkat tema...

Advertisement

Press ESC to close