Malam yang Sumpek

...

M. Asyhari Kautsar

Kukuruyuuk …. kukuruyuuuk ….
Kokok ayam terdengar
Kutengok jam, setengah tiga pagi
Kuusap mata, menggeliat bangun

Kruyuuk…. kruyuuk ….
Kudengar suara perutku
Nampaknya cacing-cacing mulai meminta jatah
Kupegang perut sambil kubuka mata

Kutengok kanan, kiri
Semua terlelap dalam mimpi
Malam terasa sunyi, sepi
Dibuai angin sepoi-sepoi

Kubangunkan Kang Joni
Barangkali dia masih punya mie
Yang dia beli di koperasi
Sepulang mengaji
Ah… dia hanya menggeleng kepala

Kucoba bangunkan Kang Dul Hadi
Juru masak Ponpes kami
Mungkin masih ada sedikit nasi
Ah…. Dia juga gelengkan kepala
Dengan mata setengah terlelap

Oh…. Betapa malam yang sumpek
Harus mengurusi cacing-cacing perut
Yang membuatku beringsut
Bukankah lebih baik sujud dan tafakur
Daripada tidur mendengkur

Penulis adalah Santri Ponpes Al Ma'wa, Sumbersari, Pegandon, Kendal

Informasi Lainnya

Banser dan Natal: Khidmah Kemanusiaan Tanpa...

Oleh: Anis Hidayati Barisan Ansor Serbaguna (Banser) merupakan lembaga semi-otonom di bawah naungan Gerakan Pemuda (GP) Ansor, badan otonom...

Bola Liar Konflik PBNU dan Harapan Nahdliyyin...

Oleh: M. Irhamni Sabil, S.Sy., MH Sudah hampir satu bulan konflik yang menerpa jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bergulir di ruang...

Seni Merawat Khidmah: Ikhtiar Menghidupkan...

Oleh: M. Adib Shofwan Khidmah di Nahdlatul Ulama bukan sekadar soal niat baik, tetapi juga membutuhkan seni, gagasan kreatif, dan strategi yang...

Gus Dur, sudah Lama Jadi Pahlawan Rakyat

Desember identik dengan bulan Gus Dur. Khaul ke-16 tahun ini digelar di mana-mana .Majalah AULA edisi bulan Desember tak absen mengangkat tema...

Advertisement

Press ESC to close