Jangan Lupa Menyapa

...

Yusuf Setia Budi

Hening
Kubuka dan kututup telingaku
Tetap sama
Yang terdengar hanya hembusan nafas dan detak jantungku sendiri

Melangkah perlahan
Tak mengalihkan pandangan ke bawah
Melewati batu yang terpendam setengah ke tanah
Berpasang-pasang
Melentang tak searah kiblat jagat raya

Di depan pintu tua aku menghentikan langkahku
Tertulis agak buram
Nama yang terdengar amat gagah
Ku tundukkan kepala
Ku pejamkan mata
Ku sapa

Ku buka pintu tua itu
Kreeeeek, keras
Jiwa teknikku meronta
Ah, engselnya kurang oli
Sedikit perjuangan dan berhasil

Aroma yang tak asing bagiku
Sangat kuat
Tak pasti
Entah dupa atau kembang tujuh rupa
Sangat wangi

Duduk bersilaku sejajar dengan batu yang bertulis nama
Bak prasasti memang
Terbungkus kain putih

Nama-nama pekondang dari seluruh dunia aku sapa
Dan ayat suci-Nya aku baca
Dan doa yang bertema cinta

Aku tengah menyapa
Sang pertapa

Informasi Lainnya

Banser dan Natal: Khidmah Kemanusiaan Tanpa...

Oleh: Anis Hidayati Barisan Ansor Serbaguna (Banser) merupakan lembaga semi-otonom di bawah naungan Gerakan Pemuda (GP) Ansor, badan otonom...

Bola Liar Konflik PBNU dan Harapan Nahdliyyin...

Oleh: M. Irhamni Sabil, S.Sy., MH Sudah hampir satu bulan konflik yang menerpa jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bergulir di ruang...

Seni Merawat Khidmah: Ikhtiar Menghidupkan...

Oleh: M. Adib Shofwan Khidmah di Nahdlatul Ulama bukan sekadar soal niat baik, tetapi juga membutuhkan seni, gagasan kreatif, dan strategi yang...

Gus Dur, sudah Lama Jadi Pahlawan Rakyat

Desember identik dengan bulan Gus Dur. Khaul ke-16 tahun ini digelar di mana-mana .Majalah AULA edisi bulan Desember tak absen mengangkat tema...

Advertisement

Press ESC to close