Yusuf Setia Budi
Hening
Kubuka dan kututup telingaku
Tetap sama
Yang terdengar hanya hembusan nafas dan detak jantungku sendiri
Melangkah perlahan
Tak mengalihkan pandangan ke bawah
Melewati batu yang terpendam setengah ke tanah
Berpasang-pasang
Melentang tak searah kiblat jagat raya
Di depan pintu tua aku menghentikan langkahku
Tertulis agak buram
Nama yang terdengar amat gagah
Ku tundukkan kepala
Ku pejamkan mata
Ku sapa
Ku buka pintu tua itu
Kreeeeek, keras
Jiwa teknikku meronta
Ah, engselnya kurang oli
Sedikit perjuangan dan berhasil
Aroma yang tak asing bagiku
Sangat kuat
Tak pasti
Entah dupa atau kembang tujuh rupa
Sangat wangi
Duduk bersilaku sejajar dengan batu yang bertulis nama
Bak prasasti memang
Terbungkus kain putih
Nama-nama pekondang dari seluruh dunia aku sapa
Dan ayat suci-Nya aku baca
Dan doa yang bertema cinta
Aku tengah menyapa
Sang pertapa