Serpihan

...

Oleh: Yusuf Setiabudi

Bertanya pada rerumputan pagi
Jawabnya tetes embun nan sejuk
Bertanya pada rembulan
Jawabnya indah bentuk bintang
Seakan mereka menghiburku
Menenangkanku

Aku terus bertanya
Aku ini siapa atau apa
Aku ini bagaimana atau mengapa
Aku ini hanya serpihan

Awan turun menutuli puncak gunung
Burung bernyanyi tanpa irama namun tetap ku nikmati
Hujan mulai membasahi lamunanku

Bersila di depan nisan tua
Sambil melantunkan doa bertema cinta
Dan penasaran yang amat dalam
Aku??

Berjalanku menginjak sayap malaikat
Memudarkan pikiranku yang dulu hitam pekat
Mulai menata niat
Dan terdengar bisikan

Kau dan mereka, adalah serpihan doa dari sang pertapa

Penulis adalah kader Ansor Candiroto Kendal

Informasi Lainnya

Banser dan Natal: Khidmah Kemanusiaan Tanpa...

Oleh: Anis Hidayati Barisan Ansor Serbaguna (Banser) merupakan lembaga semi-otonom di bawah naungan Gerakan Pemuda (GP) Ansor, badan otonom...

Bola Liar Konflik PBNU dan Harapan Nahdliyyin...

Oleh: M. Irhamni Sabil, S.Sy., MH Sudah hampir satu bulan konflik yang menerpa jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bergulir di ruang...

Seni Merawat Khidmah: Ikhtiar Menghidupkan...

Oleh: M. Adib Shofwan Khidmah di Nahdlatul Ulama bukan sekadar soal niat baik, tetapi juga membutuhkan seni, gagasan kreatif, dan strategi yang...

Gus Dur, sudah Lama Jadi Pahlawan Rakyat

Desember identik dengan bulan Gus Dur. Khaul ke-16 tahun ini digelar di mana-mana .Majalah AULA edisi bulan Desember tak absen mengangkat tema...

Advertisement

Press ESC to close