Mobil Ambulans, Surprise Akhir Tahun 2020 MWC NU Sukorejo

...

Oleh: Fahroji

Tidak seperti biasa, pagi itu usai pengajian rutin Ahad Pagi di Gedung Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (27/12), diadakan selamatan nasi megono lengkap dengan ingkung dan rempeyek kacang. Selamatan sedernana itu ternyata dalam rangka launching mobil ambulans UPZISNU MWC NU Sukorejo. Selamatan didahului dengan amalan pembacaan ayat kursi beberapa kali dirangkai dengan beberapa surah dalam juz amma dan sholawat yang dipimpin oleh rois syuriyah MWC NU Sukorejo KH. Ibadi. Sedangkan doanya, rois syuriyah memberikan kehormatan kepada tamunya KH. Agus Suswanto dari Weleri yang kebetulan diundang mengisi pengajian Ahad Pagi oleh panitia.

Dikatakan surprise karena saya sendiri selaku ketua MWC NU Sukorejo seminggu sebelumnya belum tahu apakah Lazisnu Sukorejo jadi beli mobil ambulans, sehingga pada acara selapanan Ahad Kliwon MWC NU Sukorejo di Kenjuran Purwosari saya sempat menanyakan, "Bagaimana ini Lazisnu Sukorejo, apa jadi beli mobil ambulans bulan Desember sesuai target?".

Bulan Agustus 2020 lalu Lazisnu Sukorejo memang mengadakan Rakor di Gedung MWC NU dengan beberapa UPZISNU ranting yang sudah terbentuk. Salah satu rekomendasinya adalah menargetkan pengadaan mobil ambulans paling akhir bulan Desember 2020.

Pertanyaan saya di atas sebenarnya sekedar mengingatkan saja, kalau toh belum bisa terealisasi bulan Desember tentu saya sangat memahami sebab pengadaan mobil ambulans itu tidak lepas dari pro dan kotra serta persoalan yang harus dihadapi.

Sebagian tokoh sepuh dan warga NU misalnya menganggap pengadaan mobil ambulans NU bersamaan pembangunan gedung MWC NU Sukorejo akan memberatkan dan mengganggu konsetrasi pembangunan gedung NU.

Sementara kondisi organisasi Lazisnu Sukorejo sendiri waktu itu belum stabil dan dirasa kurang dinamis serta kurang "mengigit". Sehingga kurang bisa mengikuti "irama" PC Lazisnu Kendal. Bahkan dengan tetangganya, Pageruyung dan Plantungan terkesan tertinggal.

Untuk membangkitkan Lazisnu Sukorejo, bahkan saya pernah mengundang Lazisnu Pageruyung dalam selapan Ahad Kliwon MWC NU Sukorejo di ranting Kalipakis. Pada kesempatan itu saya minta Lazisnu Pageruyung untuk bercerita bagaimana pengelolaan Lazisnu di Pagerung.

Masih belum ada tanda-tanda beranjak, sebulam berikutkan dalam selapanan Ahad Kliwon di ranting Peron saya mengundang PC Lazisnu Kendal, kang Huda dan kawan-kawan untuk memberi pencerahan dan solusi.

Alhasil, setelah ditunggu beberapa saat dan menampung banyak masukan melalui rapat pengurus harian, Pengurus MWC NU Sukorejo harus merubah surat keputusan tentang penetapan pengurus Lazisnu Sukorejo dengan didahului resuffle 90 % pengurusnya.

Sejak pergantian pengurus Lazisnu Sukorejo dibawah kepemimpinan H. Suradji dan sekretaris Aris Suwignyo serta bendahara Mujiyanto dan beberapa pengurus lainnya, Lazisnu Sukorejo terlihat mulai bergerak dan mengejar ketertinggalanya dengan kecamatan lain.

Kini hasil kerja keras dan kekompakan Lazisnu Sukorejo dan UPZISNU Ranting serta dukungan seluruh warga NU Sukorejo mulai menampakan hasil dengan keberhasilannya pengadaan mobil ambulans sesuai target waktu. Tidak akan pernah ada lagi cerita keluarga tokoh NU Sukorejo dibawa ambulans bertuliskan "Lazismu", seperti kisah yang pernah saya tulis sebelumnya.

Bagi MWC NU Sukorejo sendiri, keberhasilan pengadaan mobil ambulans yang dikoordinir oleh Lazisnu Sukorejo tidak sekedar surprise di akhir tahun 2020, tapi bonus dan hadiah di masa khidmat 2016-2021 yang beberapa bulan lagi akan berakhir. Kenapa? Karena pengadaan mobil ambulan tidak menjadi amanat konferensi MWC NU Sukorejo 2016 lalu. Konferensi MWC NU Sukorejo empat setengah tahun lalu hanya mengamanatkan program fisik pembangunan gedung MWC NU Sukorejo yang alhamdulillah tetap berjalan meskipun pelan tanpa terganggu sedikitpun oleh pengadaan mobil ambulans.

Penulis adalah Ketua MWC NU Sukorejo 2016-2021

Informasi Lainnya

Banser dan Natal: Khidmah Kemanusiaan Tanpa...

Oleh: Anis Hidayati Barisan Ansor Serbaguna (Banser) merupakan lembaga semi-otonom di bawah naungan Gerakan Pemuda (GP) Ansor, badan otonom...

Bola Liar Konflik PBNU dan Harapan Nahdliyyin...

Oleh: M. Irhamni Sabil, S.Sy., MH Sudah hampir satu bulan konflik yang menerpa jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bergulir di ruang...

Seni Merawat Khidmah: Ikhtiar Menghidupkan...

Oleh: M. Adib Shofwan Khidmah di Nahdlatul Ulama bukan sekadar soal niat baik, tetapi juga membutuhkan seni, gagasan kreatif, dan strategi yang...

Gus Dur, sudah Lama Jadi Pahlawan Rakyat

Desember identik dengan bulan Gus Dur. Khaul ke-16 tahun ini digelar di mana-mana .Majalah AULA edisi bulan Desember tak absen mengangkat tema...

Advertisement

Press ESC to close