Syaikona Kholil Bangkalan Penentu Berdirinya NU

...

Jika Mujamil Qomar, menyebut tiga nama ulama yang memiliki peran penting dalam proses pendirian NU yaitu, Kyai Wahab Hasbullah sebagai pencetus ide, Kyai Hasyim Asy'ari sebagai pemegang kunci dan syaikhona Muhammad Kholil sebagai penentu berdirinya NU, dalam buku ini saya menambahkan satu ulama lagi yaitu Kyai As'ad Syamsul Arifin. Peran Kyai As'ad dalam konteks ini adalah meneguhkan sikap dan pandangan Kyai Hasyim Asy'ari untuk mendirikan NU (RKH. Fuad Amin Imron, penulis).

Dalam perspektif spiritualitas, Syaikhona Kholil adalah tokoh yang berperan secara langsung dalam pendirian organisasi para ulama pesantren. Pesan spiritualnya yang disampaikan melalui Kyai As'ad Syamsul Arifin menjadi faktor penentu bagi berdirinya NU. Dan pesan simbolik Syaikhona Kholil inilah yang telah menepis keraguan, kegamangan dan kegelisahan Kyai Hasyim Asy'ari untuk mendirikan NU. Keyakinan Kyai Hasyim Asy'ari terhadap pesan gurunya itu, lalu diteruskan secara lahiriyah kepada Kyai Wahab Hasbullah sebagai pembawa ide, untuk ditindaklanjuti dalam sebuah permusyawaratan ulama di Surabaya pada 31 Januari 1926 (16 Rajab 1344 H). Setahun sebelumnya Syaikhona Kholil wafat. Permusyawaratan para ulama tersebut melahirkan Komite Hijaz, yang kemudian ditetapkan namanya menjadi Nahdlatul Ulama (Prof. DR. KH. Said Aqil Sirojd, MA, Ketua Umum PBNU).

Isyarah "Tongkat Musa" dan "Tasbih" yang diberikan Syaikona Kholil kepada Kyai Hasyim Asy'ari melalui Kyai As'ad Syamsul Arifin berhubungan dengan jam'iyyah sekaligus jama'ah NU. "Tongkat Musa" adalah simbol komando dan kepemimpinan (leadership). Sementara "Tasbih" adalah simbol spiritualitas dan simbol budaya. Kombinasi keduannya, diharapkan agar pemimpin NU memiliki pandangan, sikap, dan tindakan yang terjaga keseimbangannya antara kebutuhan dunia dan ukhrawi. Muaranya adalah keteladanan (al-uswah), dimana pandangan, sikap dan tindakan pemimpin NU harus dapat dijadikan teladan oleh jama'ah.

Data Buku
Judul : Syaikona Kholil Bangkalan
Penentu Berdirinya NU
Penulis : RKH. Fuad Amin Imron
Penerbit : Khalista Surabaya
Info : 0813-8861-8077

Informasi Lainnya

Banser dan Natal: Khidmah Kemanusiaan Tanpa...

Oleh: Anis Hidayati Barisan Ansor Serbaguna (Banser) merupakan lembaga semi-otonom di bawah naungan Gerakan Pemuda (GP) Ansor, badan otonom...

Bola Liar Konflik PBNU dan Harapan Nahdliyyin...

Oleh: M. Irhamni Sabil, S.Sy., MH Sudah hampir satu bulan konflik yang menerpa jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bergulir di ruang...

Seni Merawat Khidmah: Ikhtiar Menghidupkan...

Oleh: M. Adib Shofwan Khidmah di Nahdlatul Ulama bukan sekadar soal niat baik, tetapi juga membutuhkan seni, gagasan kreatif, dan strategi yang...

Gus Dur, sudah Lama Jadi Pahlawan Rakyat

Desember identik dengan bulan Gus Dur. Khaul ke-16 tahun ini digelar di mana-mana .Majalah AULA edisi bulan Desember tak absen mengangkat tema...

Advertisement

Press ESC to close