Harapan Sohibul Musibah, Ambulans NU Sukorejo Segera Terwujud

...

Oleh : Fahroji

Ketika hendak berpamitan pulang takziyah atas meninggalnya ketua PR Muslimat NU Damarjati Sukorejo, sohibul musibah, kyai Muslikhin yang juga Rois Syuriyah PR NU Damarjati sempat berharap sekaligus menjadi do'a "Semoga MWC NU Sukorejo lekas punya ambulans, pak".

"Aamiin, insya Allah, pak", jawab saya
"Alhamdulillah, kemarin yang jemput jenazah di RS Kariadi pakai ambulans Lazisnu Kendal," tambahnya.

Dengan nada agak ngeles dan bercanda saya menimpali, "kalaupun MWC NU Sukorejo sudah punya, untuk keluarga jenengan tetep harus pakai ambulans cabang pak, tidak enak dengan mas Mustafid". Mustafid Lutfi, salah satu menantunya yang kebetulan jadi sekretaris PC Lazisnu Kendal hanya tersenyum berdiri di samping mertuanya.

Harapan yang disampaikan kyai Muslikhin nampaknya bisa dikatakan merepresentasikan para keluarga yang sedang tertimpa musibah. Dalam situasi seperti itu mereka merasakan sangat terbantu kehadiran mobil ambulans. Apalagi kalau ambulans yang hadir dari komunitasnya, tentu akan ikut merasa bangga sebagai warga NU.

Lain halnya kalau ambulans yang hadir dari tetangga sebelah. Sebagai ketua MWC NU saya merasa seperti ditampar. Hal ini pernah terjadi beberapa waktu yang lalu. Waktu itu istri KH. Mastur Hasan, mustasyar yang juga mantan Rois Syuriyah MWC NU Sukorejo, meninggal dunia. Karena akan dimakankan di pemakaman keluarga di Dusun Seser, Parakan Sebaran, Pageruyung, maka tentu harus memakai mobil jenazah.

Tak tahu siapa yang koordinasi, tiba-tiba saja mobil ambulans berwarna putih hijau sudah memasuki jalan ke makam Dusun Seser. Dikegelapan malam itu saya dengar orang berkomentar, "Itu mobil ambulans Lazisnu sudah datang".

Karena penasaran, sayapun mendekati mobil jenazah. Agak kaget juga, entah saya salah baca dikegelapan malam atau bagaimana, ternyata mobil ambulans itu tertulis "LAZISMU". Semakin dekat saya dengan mobil, semakin yakin bahwa saya tidak salah baca.

Nampaknya ihwanul muslim saudara tua kita bergerak cepat dan tanggap dan tahu siapa KH. Mastur Hasan. Di Sukorejo, masyarakat masih menganggap KH. Mastur Hasan dan KH. Ahmad Masjhadi keduanya sebagai representasi kyai NU di Sukorejo. Sehingga sangat bisa dipahami ketika saudara tua bergegas mengulurkan bantuan ke saudara muda. Tinggal saudara muda saja bagaimana menyikapi. Apakah senang dibantu atau berpikir suatu saat bisa membantu.

Menggagas harapan kyai Muslikhin agar MWC NU Sukorejo segera punya ambulans, saya jadi teringat mas Aris Suwignyo salah satu pengurus Lazisnu Sukorejo yang pada suatu malam bertandang ke rumah saya menyampaikan unek -unek-nya.

"Pak, Lazisnu Sukorejo kalau rapat di Kendal mobilnya warnanya beda sendir. Lainnya putih hijau, kita hitam," celetuknya.

Saya hanya tersenyum, "Ku tahu apa yang kau mau," gumanku.

Untuk tidak mematahkan semangat anak muda ini saya berkomentar, "monggo silakan di-rembug pengadaanya yang mengkoordinir Lazisnu Sukorejo ya?, MWC NU masih punya tanggungan menyelesaikan gedung NU".

"Ya, kami hanya butuh persetujuan dan doa restu, nanti teman-teman biar bergerak," jawabnya.

Semoga di tengah dampak Covid-19 ini penggalangan dana pengadaan mobil siaga NU Sukorejo tidak terganggu dan harapan serta doa kyai Muslikhin dan kyai-kyai lainnya serta warga NU Sukorejo didengar Allah SWT. Aamiin.

Sukorejo, 4 Juni 2020

Informasi Lainnya

Banser dan Natal: Khidmah Kemanusiaan Tanpa...

Oleh: Anis Hidayati Barisan Ansor Serbaguna (Banser) merupakan lembaga semi-otonom di bawah naungan Gerakan Pemuda (GP) Ansor, badan otonom...

Bola Liar Konflik PBNU dan Harapan Nahdliyyin...

Oleh: M. Irhamni Sabil, S.Sy., MH Sudah hampir satu bulan konflik yang menerpa jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bergulir di ruang...

Seni Merawat Khidmah: Ikhtiar Menghidupkan...

Oleh: M. Adib Shofwan Khidmah di Nahdlatul Ulama bukan sekadar soal niat baik, tetapi juga membutuhkan seni, gagasan kreatif, dan strategi yang...

Gus Dur, sudah Lama Jadi Pahlawan Rakyat

Desember identik dengan bulan Gus Dur. Khaul ke-16 tahun ini digelar di mana-mana .Majalah AULA edisi bulan Desember tak absen mengangkat tema...

Advertisement

Press ESC to close