Kasmaran 4

...

Aku titipkan kecupan
Lewat semilir angin dini hari
Untuk bisa mengulum lembut syafah kesucian-MU
Karena aku tahu
Lenguh nafasku, yang terbiasa melahap santapan pesta Durga
Desah nafasku, yang terbiasa menenggak anggur darah manusia
Tak lagi sesuci dan selembut semilir angin dini hari
Aku titipkan pelukan
Lewat mimpi dini hari
Untuk bisa merengkuh pesona keanggunan-MU
Karena aku tahu
Bisikan mulutku, yang terbiasa melahap gunjing tetangga
Belaian tanganku, yang terbiasa meledek sesama
Tak lagi sesepi dan sesunyi mimpi dini hari

Wong gunung

Informasi Lainnya

Banser dan Natal: Khidmah Kemanusiaan Tanpa...

Oleh: Anis Hidayati Barisan Ansor Serbaguna (Banser) merupakan lembaga semi-otonom di bawah naungan Gerakan Pemuda (GP) Ansor, badan otonom...

Bola Liar Konflik PBNU dan Harapan Nahdliyyin...

Oleh: M. Irhamni Sabil, S.Sy., MH Sudah hampir satu bulan konflik yang menerpa jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bergulir di ruang...

Seni Merawat Khidmah: Ikhtiar Menghidupkan...

Oleh: M. Adib Shofwan Khidmah di Nahdlatul Ulama bukan sekadar soal niat baik, tetapi juga membutuhkan seni, gagasan kreatif, dan strategi yang...

Gus Dur, sudah Lama Jadi Pahlawan Rakyat

Desember identik dengan bulan Gus Dur. Khaul ke-16 tahun ini digelar di mana-mana .Majalah AULA edisi bulan Desember tak absen mengangkat tema...

Advertisement

Press ESC to close