Oleh: Abdul Basith
Tak satupun benda, barang, mahluk yang diciptakan-Nya tak membawa manfaat bagi manusia. Demikian adalah pernyataan bijak dalam menyikapi fenomena akhir zaman, terutama pada saat yang sedang booming Virus Corona ini.
Dalam kurun dua pekan ini, Corona membuat pusing semua orang. Liga sepak bola seluruh dunia berhenti diikuti event-event yang lain. Perkuliahan pun turut diliburkan sampai bulan Agustus. Bahkan pemerintah Malaysia sampai menginstruksikan lockdown selama dua pekan.
Lalu keadaan ini memunculkan spekulasi picisan dari orang-orang yang suka "menggoreng" keadaan. Mereka terus menyudutkan pemerintah dengan seribu alasan. Keadaan inilah yang semakin membuat resah masyarakat.
Oleh karena itu, saat ini menjadi moment penting menyinergikan pemikiran dalam menyikapi virus global tersebut. Perdebatan tidaklah menyelesaikan masalah, justru menjadikan Corona semakin superior. Bacalah qunut nazilah sebagai langkah awal guna menenangkan hati warga. Sediakan alat sterilisasi dan budayakan hidup sehat guna menjaga stabilitas imun dalam tubuh. Beraktivitas lah secara progresif guna membangun kondisi yang lebih baik. Bangun komunikasi dengan pememangku kepentingan agar tercipta kondisi yang damai antar lini.
Mereka yang hanya menyalahkan, apalagi sampai memunculkan berita hoaks adalah satu sikap pengecut dan hanya numpang pupuler dari Corona. Stop statement yang tidak berguna. Saatnya berorientasi pada solusi agar warga tetap tenang berkarya, pemerintah dapat bertindak secara bijaksana, para ulama tetap terus berdoa, para pelajar, santri dan mahasiswa tenang dalam belajar.
Ingat!, Corona bukan menyerang kita tapi Corona sedang mendidik kita bersikap dewasa serta kreatif dalam berkehidupan dunia.