Kehilangan

...

Oleh: Wong Gunung

Sinar MU menyibak atma
Membias netra
Batu…. Batu…..
Bercengkerama dengan waktu
Menunggu tutup buku
Dalam balairung elegansia MU
Sinar MU, menembus atma
Menerobos netra
Bayu…. Bayu….
Bersenandung bersama waktu
Menunggu tutup buku
Dalam balairung luthfia MU
Namun…
Kakiku enggan untuk bertumpu diatas batu batu elegansia
Hatiku tak hendak menari mengiringi senandung bayu bayu luthfia
Aah….
Rupanya aku sudah kehilangan segalanya

Informasi Lainnya

Banser dan Natal: Khidmah Kemanusiaan Tanpa...

Oleh: Anis Hidayati Barisan Ansor Serbaguna (Banser) merupakan lembaga semi-otonom di bawah naungan Gerakan Pemuda (GP) Ansor, badan otonom...

Bola Liar Konflik PBNU dan Harapan Nahdliyyin...

Oleh: M. Irhamni Sabil, S.Sy., MH Sudah hampir satu bulan konflik yang menerpa jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bergulir di ruang...

Seni Merawat Khidmah: Ikhtiar Menghidupkan...

Oleh: M. Adib Shofwan Khidmah di Nahdlatul Ulama bukan sekadar soal niat baik, tetapi juga membutuhkan seni, gagasan kreatif, dan strategi yang...

Gus Dur, sudah Lama Jadi Pahlawan Rakyat

Desember identik dengan bulan Gus Dur. Khaul ke-16 tahun ini digelar di mana-mana .Majalah AULA edisi bulan Desember tak absen mengangkat tema...

Advertisement

Press ESC to close