Sri Rohanah, dari Aktifis Muslimat NU menjadi Politisi

...

Hj. Sri Rohanah, S.Ag lahir di Kendal, 14 Nopember 1975. Anak kedua dari 5 bersaudara pasangan H. Umar Sajari - Ibu Hj. Siti Khotijah Warjimah ini berdomisili  di Desa Caruban RT 04 RW 02 Kecamatan Ringinarum.

Ia adalah aktivis Muslimat NU yang pada Pemilu 2019 lalu berhasil lolos menjadi anggota DPRD Kabupaten Kendal 2019-2024. Sebelum terjun ke dunia politik praktis, Sri Rohanah aktif berkhidmat di organisasi Nahdlatul Ulama mulai IPPNU saat remaja, Fatayat, dan Muslimat NU hingga saat ini. Selain itu ia juga menekuni Usaha dibidang hasil bumi hingga mendirikan UD Hasil Bumi WI Putra.

Menurutnya, agar hidup ini bisa bermanfaat bagi sesama, cara mewujudkannya adalah dengan aktif di organisasi masyarakat. Karena berorganisasi sangat penting dan  bermanfaat sebagai balai belajar dan latihan terkait pengembangan leadership dan kepekaan terhadap persoalan-persoalan sosial, umat dan kemanusiaan.

Jabatan yang pernah diembannya antara lain Ketua PAC IPPNU Gemuh (1997-2000), Ketua PAC Fatayat NU Ringinarum (2007-2011), Pembina PAC Fatayat NU Ringinarum (2011-sekarang), Ketua 1 PAC Muslimat NU Ringinarum (2014-2019), Pengurus Cabang Muslimat NU Kendal (2015-2020) dan Ketua III KBIH Musilmat NU Cabang Kendal (2016-2021).

Adapun pendidikan yang pernah ditempuh, istri H. Ahmad Mulazim, S.Ag ini telah lulus dan menyandang predikat Strata 1 dengan gelar S.Ag pada 30 Oktober 1999 di Perguruan Tinggi IAIN Walisongo (sekarang UIN Walisongo) Semarang, Fakultas Tarbiyah jurusan Pendidikan Agama Islam. Sebelumnya, ia menempuh pendidikan SMA sekaligus nyantri di Ponpes Asy 'ariyah Kalibeber Wonosobo di bawah asuhan Simbah KH. Muntaha al hafidz.

Terkait pencalegannya di Pemilu 2019, Sri Rohanah menuturkan bersedia dan mantap terjun ke politik praktis khususnya di Pemilu 2019 tidak dilatarbelakangi ambisi pribadi, akan tetapi karena atas dorongan, masukan dan saran dari para kyai, ibu nyai, para tokoh masyarakat dan para aktivis sejawatnya, terutama warga nahdliyin.

Ia mantap menunaikan amanat tersebut meski pada awalnya ia dihinggapi rasa ragu. Namun setelah direnungkan bersama suami hingga 1 tahun lebih, sambil memohon kepada Allah SWT, apa yang menjadi keinginan dan permintaan para sesepuh itu akhirnya diterima dengan mengucap bismillah dan mantap mengikuti pencalegan pada Pemilu 2019 melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) daerah pemilihan Gemuh, Ringinarum dan Weleri.

Pada dapil tersebut suara PKB mendapat 24.081 suara, mengalami peningkatan 150 persen dibanding Pemilu sebelumnya. Dari kenaikan yang sangat signifikan itu, PKB mendapatkan 2 kursi dan mengantarkan Sri Rohanah lolos sebagai anggota DPRD Kabupaten Kendal terpilih untuk periode 2019-2024.

Sri Rohanah menjelaskan, untuk memberikan kemanfaatan yang lebih kepada sesama, tidak cukup hanya berbekal sebagai aktivis organisasi saja, tetapi juga harus bisa menjadi pembuat kebijakan. Karena dengan terlibat langsung sebagai pembuat kebijakan, kita bisa langsung mengeksekusi problem solving yang ada di masyarakat, sehingga kemanfaatannya juga bisa langsung dirasakan oleh masyarakat.

Oleh karena itu terkait visi dan misi sebagai DPRD  terpilih, ia ingin berusaha untuk memberikan kemanfaatan yang lebih kepada masyarakat melalui kebijakan-kebijakan yang pro rakyat, dengan mendorong terciptanya peran yang lebih atas keterlibatan perempuan dalam pemberdayaan masyarakat, baik dibidang politik, sosial dan ekonomi, serta mengupayakan progam-program bantuan untuk pemberdayaan perempuan, madrasah, ormas, guru madin sebagai ikhtiyar  menjaga, melestarikan, dan memajukan NKRI yang berbhinneka tunggal ika,  berdasarkan pancasila dan UUD 1945, dalam kerangka  terwujudnya negara yang baldatun toyyibatun wa robbun ghofur.

Ia juga memohon doa dari segenap lapisan masyarakat di Kabupaten Kendal agar dalam menjalankan tugas sebagai DPRD, bisa menunaikannya dengan baik, amanah, bermanfaat dan barokah. (Bayou/Mufty)

Informasi Lainnya

Banser dan Natal: Khidmah Kemanusiaan Tanpa...

Oleh: Anis Hidayati Barisan Ansor Serbaguna (Banser) merupakan lembaga semi-otonom di bawah naungan Gerakan Pemuda (GP) Ansor, badan otonom...

Bola Liar Konflik PBNU dan Harapan Nahdliyyin...

Oleh: M. Irhamni Sabil, S.Sy., MH Sudah hampir satu bulan konflik yang menerpa jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bergulir di ruang...

Seni Merawat Khidmah: Ikhtiar Menghidupkan...

Oleh: M. Adib Shofwan Khidmah di Nahdlatul Ulama bukan sekadar soal niat baik, tetapi juga membutuhkan seni, gagasan kreatif, dan strategi yang...

Gus Dur, sudah Lama Jadi Pahlawan Rakyat

Desember identik dengan bulan Gus Dur. Khaul ke-16 tahun ini digelar di mana-mana .Majalah AULA edisi bulan Desember tak absen mengangkat tema...

Advertisement

Press ESC to close