Ringinarum pcnukendal.id Akhir-akhir ini marak sekali Fitnah yang ditujukan kepada NU maupun tokoh NU. Fitnah itu dilakukan oleh kelompok yang anti Aswaja dan NKRI untuk memecah belah kesatuan NKRI.
Oleh Karena itu, kader Ansor dan Fatayat NU sebagai salah satu garda pelindung NKRI diharapkan untuk berperan aktif dalam melawan fitnah itu. Salah satunya dengan memberikan pencerahan informasi dan penguatan pemahaman Aswaja kepada anggota dan masyarakat.
Demikian disampaikan oleh KH Fahrur Qosidi, Rois Syuriah MWC NU Weleri, dalam pertemuan dwi bulan yang digelar PAC Ansor dan Fatayat NU Ringinarum. Acara itu dilaksanakan pada Ahad (22/1) di desa Rowobranten Ringinarum.
Kegiatan rutin itu digelar bersama PAC Ansor dan Fatayat NU ini diikuti oleh jajaran pengurus PAC,utusan PR Ansor dan Fatayat NU se-kecamatan Ringinarum, serta Kepala desa Rowobranten beserta aparatur pemerintah desa,,tamu undangan dan masyarakat sekitar.
Kyai Fahrur melanjutkan, dalam berdakwah, kita harus meneladani cara dakwah Walisongo. Mereka berdakwah tidak dengan kekerasan, tetapi melalui pendekatan sosial dan budaya masyarakat Jawa. Karena itu, Walisongo tidak hanya mengislamkan manusianya, tetapi juga mengislamkan budaya masyarakat Jawa.
“Kebudayaan yang sebelumnya berbau,ajaran Hindu, Budha, maupun animism, perlahan tapi pasti, oleh Walisongo, nilai-nilai Islami dimasukkan ke dalamnya,” Ujar Kyai Fahrur. (Saikhul Huda/Zubair)
Ringinarum pcnukendal.id Akhir-akhir ini marak sekali Fitnah yang ditujukan kepada NU maupun tokoh NU. Fitnah itu dilakukan oleh kelompok yang anti Aswaja dan NKRI untuk memecah belah kesatuan NKRI.
Oleh Karena itu, kader Ansor dan Fatayat NU sebagai salah satu garda pelindung NKRI diharapkan untuk berperan aktif dalam melawan fitnah itu. Salah satunya dengan memberikan pencerahan informasi dan penguatan pemahaman Aswaja kepada anggota dan masyarakat.
Demikian disampaikan oleh KH Fahrur Qosidi, Rois Syuriah MWC NU Weleri, dalam pertemuan dwi bulan yang digelar PAC Ansor dan Fatayat NU Ringinarum. Acara itu dilaksanakan pada Ahad (22/1) di desa Rowobranten Ringinarum.
Kegiatan rutin itu digelar bersama PAC Ansor dan Fatayat NU ini diikuti oleh jajaran pengurus PAC,utusan PR Ansor dan Fatayat NU se-kecamatan Ringinarum, serta Kepala desa Rowobranten beserta aparatur pemerintah desa,,tamu undangan dan masyarakat sekitar.
Kyai Fahrur melanjutkan, dalam berdakwah, kita harus meneladani cara dakwah Walisongo. Mereka berdakwah tidak dengan kekerasan, tetapi melalui pendekatan sosial dan budaya masyarakat Jawa. Karena itu, Walisongo tidak hanya mengislamkan manusianya, tetapi juga mengislamkan budaya masyarakat Jawa.
“Kebudayaan yang sebelumnya berbau,ajaran Hindu, Budha, maupun animism, perlahan tapi pasti, oleh Walisongo, nilai-nilai Islami dimasukkan ke dalamnya,” Ujar Kyai Fahrur. (Saikhul Huda/Zubair)
Informasi Berita Lainnya
Mahasiswa KKN STIK Kendal Ajari Siswa SDN 1...
Gemuh, pcnukendal.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Islam Kendal (STIK) Desa Galih menggelar pelatihan kreativitas dengan...
Mahasiswa KKN STIK Kendal Tanamkan Budaya...
Gemuh, pcnukendal.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Islam Kendal (STIK) Posko IV Desa Galih menanamkan budaya gemar menabung...
Atraksi Garfanada Kendal Semarakkan Apel...
Batang, pcnukendal.com - Apel Kemanusiaan memperingati Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) versi tahun Masehi yang digelar Pengurus Wilayah Nahdlatul...
LAZISNU Jetis Salurkan 30 Paket Sembako Cinta...
Kendal, pcnukendal.com - Momentum peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama dimanfaatkan Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah...