
Kendal, pcnukendal.com - Isu miring terkait pembangunan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Kendal kembali ramai diperbincangkan di jagat maya. Sejumlah warganet menuding adanya ketidakjelasan alokasi dana hibah serta menyoroti lambannya progres pembangunan. Bahkan, tuduhan paling keras menyebut proyek tersebut tidak transparan.
Menanggapi hal itu, Ketua PCNU Kendal, KH Mukh Mustamsikin, memberikan penjelasan langsung saat ditemui jurnalis Nahdlatul Ulama Kendal Online (NUKO) di SMK NU 01 Kendal pada acara NU Menyapa, Kamis (25/9/2025). Ia memastikan seluruh dana hibah yang diterima sudah tercatat dengan baik dan digunakan sesuai peruntukan.
“Tidak ada dana yang hilang atau tidak dipertanggungjawabkan. Semua tercatat dan ada proses audit. Hanya saja masyarakat mungkin tidak mengetahui detail teknis karena tidak semua informasi bisa langsung disampaikan ke ruang publik,” tegasnya.
KH Mustamsikin menegaskan, pihaknya tidak memiliki kepentingan untuk terus-menerus melakukan klarifikasi di ruang publik. Sebab, semua catatan keuangan pembangunan RSNU telah terbuka dan bisa dicek langsung di kantor PCNU Kendal.
“Kalau ada yang ingin tahu, silakan datang ke PCNU. Yang tidak transparan itu di mana? Semua sumbangan dan pengeluaran sudah tercatat rapi. Tidak ada satu rupiah pun yang bocor, dan saya sebagai ketua yang menjaminnya,” tandasnya.
Lebih jauh, ia juga menyinggung dana hibah sebesar Rp8 miliar dari Pemkab Kendal. Dana tersebut telah melalui pemeriksaan resmi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tanpa temuan masalah.
“Hibah dari Pemda 8 miliar sudah melalui proses BPK dan hasilnya tidak ada masalah. Bahkan kita harus menyiapkan dana pendamping. Jadi tidak ada alasan untuk meragukan. Laporan terbuka, silakan dicek. Hanya saja tidak semua harus diumbar ke pihak-pihak yang hanya mencari kesalahan,” jelasnya.
Di akhir keterangannya, KH Mustamsikin berpesan agar masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang beredar di media sosial.
“Pesan saya, masyarakat bersikap tenang. Kalau perlu, datang dan tabayun di kantor PCNU. Semuanya akan dijelaskan secara terbuka. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Kalau ada yang tercecer, tanggung jawab ada pada Ketua PCNU. Kami jamin seluruh laporan RAB dan penggunaannya tercatat dengan rapi,” pungkasnya. (Anomadi/muf)