
Kaliwungu, pcnukendal.com - Grup Marching Band Gita Nirwana binaan Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) MWC NU Kaliwungu tampil memukau dalam gelaran Saresehan Budaya Syawalan Fest 2026 di Alun-Alun Kaliwungu, Sabtu (04/04/2026) malam. Penampilan energik dan harmonis dari para personel berhasil menyedot perhatian pengunjung yang memadati lokasi acara.
Grup marching band yang berdiri sejak 1996 tersebut menjadi salah satu penampil utama dalam rangkaian kegiatan budaya tahunan masyarakat Kaliwungu. Berkolaborasi dengan para santri, Gita Nirwana menyuguhkan pertunjukan yang tidak hanya atraktif, tetapi juga sarat nuansa religius dan kultural.
Pengurus Gita Nirwana, Indah Agustian, menjelaskan bahwa grup ini awalnya diinisiasi oleh Pimpinan Ranting IPNU dan IPPNU Desa Kutoharjo, Kecamatan Kaliwungu. Seiring waktu, keanggotaannya berkembang pesat dengan melibatkan sekitar 114 personel dari berbagai wilayah di Kabupaten Kendal.
“Berbagai event dan kejuaraan sudah kami ikuti, mulai dari tingkat regional hingga nasional. Dari acara akhirussanah madrasah hingga Piala Raja Hamengkubuwono Cup, Muktamar NU, Jateng Wow dari Dinas Pariwisata Jawa Tengah, hingga menjadi korsik dalam upacara kenegaraan,” tuturnya.
Penampilan Gita Nirwana juga menuai apresiasi dari pegiat Pelataran Sastra Kaliwungu (PSK), M Lukluk Atsmara Anjaina. Ia mengaku terkesan dengan sajian yang ditampilkan, yang dinilai mampu menghadirkan warna tersendiri dalam rangkaian acara budaya tersebut.
“Menurut saya sangat menarik dan memberi warna tersendiri dalam rangkaian Syawalan Kaliwungu Fest. Mereka tidak hanya tampil artistik, tetapi juga mampu menghadirkan nuansa yang selaras dengan semangat kebudayaan. Ini penting sebagai medium merawat ingatan kolektif dan memperkuat identitas budaya Kaliwungu,” ungkapnya.
Saresehan Budaya Syawalan Fest 2026 sendiri juga dirangkai dengan diskusi buku bertajuk Kaliwungu dalam Lintasan Ruang dan Waktu, sebuah antologi karya lintas penulis yang merekam kecintaan terhadap Kaliwungu sebagai kota santri.
Ketua Panitia Syawalan Fest 2026, H Albadrul Munir Wibowo, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk nguri-uri tradisi Syawalan sekaligus memberikan ruang bagi ekspresi seni dan budaya masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya Islam, mulai dari haul Kiai Guru hingga kesenian dan kreativitas masyarakat Kaliwungu. Kami juga menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf kepada semua pihak yang terdampak, semoga ke depan bisa lebih baik,” ujarnya.
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kendal H Benny Karnadi, Guru Besar Antropologi Sosial dan Budaya Universitas Diponegoro Prof Mudjahirin Thohir, seniman sekaligus sutradara Mahmoed Elqadrie, serta alumnus Vrije Universiteit Amsterdam, Ibnu Fikri, yang hadir sebagai narasumber. (Dwi Ganjar/muf)