
Kendal, pcnukendal.com - Menindaklanjuti pertemuan Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kendal dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kendal di Gedung Aswaja Kendal beberapa waktu lalu terkait peristiwa yang terjadi saat peresmian RSI 2, PD Muhammadiyah mengundang PCNU Kendal dalam suatu pertemuan bertajuk penguatan silaturahmi dan sinergi PD Muhammadiyah Kendal dan PCNU Kendal di Ruang Cendrawasih Tirtoarum Kendal Jumat siang kemarin (25/07).
PD Muhammadiyah Kendal yang hadir antara lain Ketua H Ikhsan Intizam, Sekretaris H Muchamad Nur Agus Hidayat, Penasehat H Farchan Tantowi, dan beberapa pengurus harian.
Sementara dari pihak PCNU Kendal tampak hadir Ketua Dr KH Mukh Mustamsikin, Sekretaris KH Dul Said, Wakil Ketua Mukh Izzudin, Wakil Ketua H Muhamad Noor, dan Bendahara H Moh Nurwahib.
Dalam menyikapi peristiwa yang terjadi saat peresmian RSI Muhammadiyah 2, PD Muhammadiyah sebelumnya telah mengirim surat kepada PCNU Kendal tertanggal 7 Juli 2025 hal penguatan silaturahmi dan sinergi.
Isi surat tersebut antara lain terkait kejadian pada peresmian RSI Muhammadiyah 2 Kendal dan Radioterapi di Aula Prof KH Azhar Basyir lantai 8 RSI Muhammadiyah Kendal pada Hari Rabu 4 Juni 2025 PD Muhammadiyah memintakan maaf apabila dalam acara tersebut ada ucapan yang dirasakan menyinggung. Semoga silaturahmi dan sinergi antara NU dan Muhammadiyah Kendal menjadi lebih kuat.
Dalam acara penguatan silaturahmi dan sinergi tersebut disampaikan kultum oleh Penasehat PD Muhammadiyah Kendal H Farkhan Tantowi yang antara lain menekankan penting nya ummatan wakhidatan atau persatuan umat dan memperkuat sinergitas antara PD Muhammadiyah dan PCNU Kendal.
Sementara Ketua PCNU Kendal Dr KH Mukh Mustamsikin mengutip ayat Alqur'an yang berbunyi wa'tashimu bihablillahi jamian wa la tafarroqu (berpegang teguhlah kalian pada tali Allah dan janganlah kalian bercerai berai).
"Dengan kejadian kemarin semoga menjadi cambuk bagi warga nahdhiyin untuk segera menyelesaikan pembangunan RSNU. Kedepan PD Muhammadiyah dan PCNU semoga saling sinergi dalam membina umat. Jika ada perbedaan mari kita sikapi dengan lana a'maluna wa lakum a'malukum dengan prinsip saling menghormati dan menghargai. Di sisi lain NU dan Muhammadiyah saling membutuhkan untuk kemaslahatan umat," tuturnya. (Moh. Fatkhurahman)