
Limbangan, pcnukendal.com - Seluruh Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama Kecamatan Limbangan mulai dari Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, Pagar Nusa, IPNU, dan IPPNU resmi dilantik secara serentak, Ahad (29/06/2025) di Gedung Serbaguna (GSG) Desa Tamanrejo.
Suasana penuh semangat dan khidmat mewarnai momen bersejarah yang sekaligus memperingati Tahun Baru Islam 1447 Hijriah. Dinilai bersejarah karena menjadi tonggak baru dalam konsolidasi kekuatan NU dan sinergi antarlembaga di wilayah Limbangan.
Kegiatan tersebut dihadiri tokoh-tokoh penting dari berbagai elemen, di antaranya jajaran Forkopimcam Limbangan seperti Camat Sucipto, perwakilan Polsek dan Koramil, para kepala desa se-Kecamatan Limbangan, serta pimpinan organisasi NU tingkat cabang seperti GP Ansor, Fatayat, Pagar Nusa, IPNU, dan IPPNU Kendal. Hadir pula perwakilan Pemuda Muhammadiyah dan lembaga-lembaga NU seperti LP Ma’arif, RMI NU, dan Fuspaq.
Dalam sambutannya, Camat Limbangan Sucipto mengapresiasi soliditas NU dan menekankan pentingnya menjaga nama baik dan marwah organisasi serta menjadi mitra strategis Forkopimcam.
“NU Limbangan harus tetap menjaga nama baik marwah NU maupun Kecamatan Limbangan, serta dapat selalu bersinergi bersama Forkopimcam dalam setiap agenda sosial maupun keagamaan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Limbangan, Muh Abbas, memberikan dorongan moral kepada para pengurus yang dilantik.
“Selamat saya ucapkan kepada seluruh Banom yang hari ini resmi dilantik. Semoga ini menjadi awal yang baik kita untuk dapat berkhidmat di NU dengan sungguh-sungguh terus menegakkan Ahlussunah wal Jamaah An-Nahdliyah, terutama di Kecamatan Limbangan,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan santunan kepada puluhan anak yatim piatu sebagai wujud kepedulian sosial. Acara kemudian dilanjutkan dengan mauidzah hasanah yang disampaikan oleh muballigh dari Kota Semarang, KH Abdurrahim Al-Muhsin.
Dalam ceramahnya, KH Abdurrahim mengajak para hadirin untuk menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum introspeksi dan pembaruan niat dalam berjuang.
“Hijrah itu bukan sekadar pindah, tetapi perubahan menuju kebaikan. Kita harus menjadi pribadi yang lebih bertakwa, lebih peduli, dan terus bersatu di bawah panji Ahlussunnah wal Jamaah,” tuturnya. (Nasrul/muf)