Oleh Fahroji
Beberapa har? terakh?r ini saya ser?ng d?tanya tentang calon Kades Desa Tr?mulyo Sukorejo menjelang P?lkades Serentak Kabupaten Kendal 18 Maret 2020. Jawaban saya selalu saya ambangkan, m?salnya, dar? l?ma calon, hanya t?ga yang saya kenal secara pr?bad?. Itu pun belum saya tentukan pil?hannya.
J?ka yang tanya ?tu kebetulan desanya juga menggelar P?lkades justru saya bal?k bertanya. "Baga?mana calon Kades d? desa anda?" Mula?lah ?a bercer?ta menelanjang? satu persatu calon Kades d? desanya.
"Pak A ?tu orangnya panda?. Tap? sayang, kalau d?ajak b?cara kurang mengenakkan dan terkesan kurang ramah dan sombong," katanya mengomentar? calon yang datang pertama kal? ke rumahnya.
Ia lalu melanjutkan ceritanya, bahwa berbeda dengan calon pak A, untuk calon pak B, ?a mengaku agak s?mpat?. Alasannya sederhana, kalau ada kemat?an ?a selalu had?r takz?yah pal?ng depan.
Sedangkan untuk calon pak C, ?a merasa t?dak tega, karena baga?mana pun mas?h ada hubungan saudara. "Ist?lah wong Jowo, tegel lorone ora tegel pat?ne, mas," katanya mengomentar? saudaranya yang nekat maju P?lkades, walaupun sejujurnya ?a juga meragukan kemampuan saudaranya.
MWC NU Sukorejo Keberatan Ketua PAC Muslimat Rangkap Ketua Parpol
Dar? t?ga sampel d? atas hamp?r t?dak ada alasan pert?mbangan menjatuhkan p?l?han karena v?s? dan m?s? calon atau set?daknya ?ng?n mengorek ?s? kepala para calon terka?t dengan pandangan ke depan desanya.
Pemaparan v?s? dan m?s? calon nampak hanya akan menjad? formal?tas belaka yang hanya d?dengar segel?nt?r orang d? bala? desa. Seleb?hnya adalah pert?mbangan subyekt?f dan emos?onal dar? pem?l?h karena kedekatan hubungan sos?al.
Mesk?pun pencalonan b?sa d??kut? orang dar? luar desa, namun sebagian besar warga sudah mengenal karakter dan rekam jejak para calon. Sehingga, masa kampanye yang hanya satu hari pun dipandang cukup karena pada dasarnya mereka sudah menentukan pilihan yang sulit dirubah.
Pergunu Kendal Selenggarakan Bimtek Penulisan Karya Tulis Ilmiah Populer
Pendeknya masa kampanye Pilkades nampaknya juga bertujuan meminimalisir konflik dan kerawanan yang mungkin terjadi. Mengingat, Pilkades adalah Pemilihan yang dikategorikan "sumbu pendek" yang gampang disulut.
Pola kampanye Pilkades tentu berbeda dengan Pilpres maupun Pilkada yang relatif mempunyai waktu agak longgar. Seorang Bakal Calon Bupati Kendal berasal dari Jakarta misalnya, akan bisa melakukan sosialisasi dan pencitraan lewat media dalam waktu yang cukup lama untuk mengenalkan dirinya. Seorang calon yang bisa dibilang wajah baru dalam Pilkada bahkan bisa menggeser popularitas calon yang sudah malang melintang sebelumnya dalam acara debat yang disiarkan secara live di televisi, karena calon tersebut mempunyai kelebihan wawasan, visi dan misi serta didukung kemampuan public speaking yang memadai, yang akhirnya bisa mempengaruhi dan merubah pilihan seseorang pada hari- hari terakhir menuju bilik suara.
Hal di atas tentu tidak terjadi dalam Pilkades. Dalam Pilkades paling banter calon bersosialisasi dan berkampanye lewat medsos. Itu pun nampaknya tidak akan banyak berpengaruh pada pilihan warga. Bahkan untuk desa-desa yang kecil dan di pelosok, Pilkades ibarat "menghitung saudara". Nama baik dan gegnsi serta harga diri keluarga besar seolah-olah dipertaruhkan.
Pilih Teman yang Bertaqwa yang takut sama Allah SWT
Meskipun pertimbangan memilih Kades lebih didominasi faktor hubungan emosional dan kekerabatan, faktor kemampuan dan kapasitas calon hendaknya juga ikut menjadi pertimbangan dalam menentukan pilihan. Kalau itu dilakukan, akan bisa menghasilkan Kades yang berkarakter dan kredibel yang akhirnya mampu membangun desanya.
Selamat memilih.......!!!
Sukorejo, 17 Maret 2020
- Penulis adalah pemerhati masalah sosial dan Pemilu.