Fatayat Ngampel Adakan Pelatihan MC, Bekali Anggota Kemampuan Public Speaking

...
Ngampel, pcnukendal.com - Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Ngampel mengadakan pelatihan menjadi pembawa acara pada Minggu (10/09). Pelatihan yang diselenggarakan di Gedung MWC NU Ngampel itu diikuti 50 peserta perwakilan dari Pimpinan Ranting, Anak Ranting dan Anak Cabang. Ketua Fatayat NU Ngampel, Rokhayati menuturkan pelatihan menjadi pembawa acara atau Master of Ceremony (MC) merupakan salah satu program kerja Fatayat Ngampel tahun 2023. Tujuannya agar anggota Fatayat mampu menjadi pemandu acara pada acara formal, semi formal, maupun non formal. “Jadi anggota Fatayat harus siap kapan saja dibutuhkan. Untuk itu kami membekali anggota Fatayat dengan kemampuan berbicara menggunakan bahasa yang baik dan benar. Menjadi MC harus bisa mengusai suasana agar audiens tidak bosan dari awal acara sampai akhir,” terangnya. Pelatihan menghadirkan founder public speaking @bertutur.idn dari Wonosobo, Yana Mahendra. Sosok yang sudah berpengalaman dalam dunia public speaker selama 10 tahun itu memaparkan sekaligus mempraktikkan dasar-dasar public speaking. “Mahir berbicara bisa didapatkan dari pengalaman maupun bakat turunan, tetapi tetap harus diasah agar lancar dan terbiasa mengucapkan kata maupun menyusun kalimat. Sehingga menjadi MC bisa terlihat perfect” tutur perempuan yang pernah menjadi presenter Metro Tv, I-news, dan penyiar radio itu. Penyampaian materi juga diselipi dengan permainan menyusun kata dengan tujuan agar peserta mampu merangkai kalimat dalam waktu singkat sebagai keahlian dasar menjadi MC. Selain itu juga dibuka tanya jawab dan berbagi pengalaman seputar public speaking. Salah satu peserta dari Fatayat Jatirejo, Ifandiyah menanyakan tips agar saat menjadi MC tidak grogi dan demam panggung. Yana pun kemudian menjelaskan bahwa menjadi MC harus percaya diri dan sering berlatih. “Latihan berulang-ulang di depan kaca sambil direkam, datang lebih awal di lokasi kegiatan untuk memastikan posisi kita nanti, serta meningkatkan kemampuan olah suara,” terang Yana. Selain penyampaian materi, peserta juga diajak praktik langsung menjadi MC yang baik dan benar. Setelah praktik, peserta kemudian dievaluasi yang disampaikan langsung oleh narasumber. Evaluasi yang disampaikan diantaranya cara memegang mikrofon yakni tidak terlalu jauh atau terlalu dekat dengan mulut. “Selain itu, MC juga diminta menggunakan bahasa formal dan menghindari bahasa  daerah agar mudah dipahami audiens. Atau boleh menyelipkan bahasa daerah, tetapi pastikan terlebih dahulu bahwa audiens adalah satu daerah dengan bahasa yang sama,” pungkasnya. (Asmaul Husna/muf)

Informasi Berita Lainnya

Pelantikan MWC NU Kangkung 2026-2031, KH Mukh...

Kangkung, pcnukendal.com - Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Kangkung masa khidmah 2026–2031 resmi dilantik di Gedung MWC...

Silaturahmi Idulfitri LAZISNU Cepiring, Rois...

Cepiring, pcnukendal.com - Pengurus Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kecamatan Cepiring menggelar silaturahmi...

Pelantikan Kepala Sekolah Baru SMP NU 06...

Kaliwungu Selatan, pcnukendal.com - SMP NU 06 Kedungsuren, Kaliwungu Selatan, menggelar halalbihalal sekaligus pelantikan kepala sekolah baru masa...

Pembekalan Aswaja SMA NU 05 Brangsong, Kuatkan...

Brangsong, pcnukendal.com - Menjelang kelulusan, SMA NU 05 Brangsong menggelar Pembekalan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) bagi siswa kelas XII di...

Advertisement

Press ESC to close