Sejarah MP3I
Ketua MPP MP3I KH Zaim Maksum menceritakan asal usul MP3I. "Dulu ada Forum Ulama dan Habaib, Saat Muktamar di Solo dan Makassar juga muncul. Istilah Forum Ulama dan Habaib muncul 5 tahunan saat muktamar saja, sementara visi misi para kiai tidak terbatas 5 tahun saja, maka pada tahun 2014 di Pondok Tebuireng Jombang para ulama bersepakat membentuk MP3I. Para ulama itu adalah KH Ma'ruf Amin, KH Sholahuddin Wahid, Prof Mahfud MD, KH HanIf Muslih, Habib Umar Mutohar.
Organisasi kepengasuhan pesantren sekilas tidak ada program kerja apa, kesannya hanya kumpul - kumpul saja, tapi jika lara kyai sudah kumpul maka akan muncul ide - ide luar biasa. MP3I selain merangkul para pengasuh pondok pesantren juga merangkul 2 majelis yang lain yaitu pengasuh majelis taklim dan pimpinan madrasah.
"Saat deklarasi di Jombang KH Sholahuddin berpesan agar jangan bentuk wilayah dan cabang dulu tapi untuk mendaftar dulu dalam bentuk yayasan. Pada tahun 2023 dimulailah pembentukan wilayah. Sampai saat ini sudah 4 wilayah yang dilantik yaitu Kudus, Kendal dan 7 Kabupaten di Solo Raya," ungkapnya.
"MP3I berusaha untuk memperjuangkan para kyai tradisional, yang mulai dari ngaji perorangan hingga bertambah kurang lebih 250 santri yang kemudian menjadi pesantren. MP31 lebih mendekati pesantren yang kecil tanpa mengabaikan yang besar karena yang besar biasanya sudah berkembang," pungkasnya. (Moh Fatkhurahman)
Cepiring, pcnukendal.com - Pengurus Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pondok Pesantren se-Indonesia Kabupaten Kendal dilantik oleh Ketua MPP MP3I KH Zaim A Ma'shum dari Lasem Rembang di Pondok Pesantren Al Musthofa Pandes Cepiring, Sabtu malam (02/09) berbarengan dengan Dzikrul Khaul KH Musthofa Khoir ke-32 dan KH Ahmad Rosyidi Musthofa ke-2.
Beberapa nama yang dilantik antara lain Pengasuh Pondok Pesantren Al Musthofa KH Muh Nasih Syarifuddin yang lebih dikenal dengan Gus Udin, KH Abdurrohim Ketua Rabithah Maahid Islam NU Kabupaten Kendal, KH Yusro Mubarok Ketua Lembaga Dakwah NU Kabupaten Kendal, dan KH M Shofiyullah Ketua Lembaga Bahtsul Masail NU Kabupaten Kendal.
Pelantikan dihadiri oleh Bupati Kendal Dico M Ganinduto, Ketua DPRD Kabupaten Kendal H Mohamad Makmun, Sekretaris Daerah Kabupaten Kendal Sugiyono, Asisten Pemerintahan dan Kesra M Fauzi, beberapa Kepala OPD, Kepala Bagian Setda, dan Camat.
Dari kalangan ulama hadir juga Ketua MUI Kabupaten Kendal KH Asroi Thohir, Ketua PCNU Kabupaten Kendal KH Dr Mukh Mustamsikin, Ketua BAZNAS Kabupaten Kendal Syamsul Huda, pengasuh Pondok Pesantren An-Nur Kersan Tegorejo Pegandon KH Izzuddin Abdussalam, KH Baduhun Badawi Kaliwungu, KH Muhamad pengasuh Pondok Pesantren Alquraniyah Penanggulan Pegandon, KH Subhan Idris pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ikhsan, Ketua FKUB Kabupaten Kendal KH Idris Nur, Gus Basyar, dan para tokoh masyarakat.
Ketua MP3I yang baru dilantik, Gus Udin mengingatkan pentingnya sinergi antara umaro dan ulama dengan menukil yang disampaikan Habib Umar Muthohar, "Umaro adalah penjaga keamanan dan kondusifitas keamanan wilayah dan ulama adalah penjaga keimanan umat. Sinergitas ini amat penting, karena jika umaro dan ulama rusak maka seluruh tatanan akan rusak," katanya.
Bupati Dico M Ganinduto memandang bahwa MP3I merupakan organisasi yang sangat strategis. "Jika MP3I dan organisasi-organissi yang bergerak di lingkungan pesantren bisa satu visi dan tujuan serta jika santrinya diperhatikan insyaallah Kendal kedepan akan maju," kata Bupati.
"Sinergitas antar Pemkab Kendal melalui berbagai OPD dengan organisasi pesantren akan dapat meningkatkan kualitas SDM di Kabupaten Kendal. Semoga MP31 diberi kemudahan dalam menjalankan tugasnya dan selalu bersinergi dengan Pemkab Kendal," harap Bupati.
Sejarah MP3I
Ketua MPP MP3I KH Zaim Maksum menceritakan asal usul MP3I. "Dulu ada Forum Ulama dan Habaib, Saat Muktamar di Solo dan Makassar juga muncul. Istilah Forum Ulama dan Habaib muncul 5 tahunan saat muktamar saja, sementara visi misi para kiai tidak terbatas 5 tahun saja, maka pada tahun 2014 di Pondok Tebuireng Jombang para ulama bersepakat membentuk MP3I. Para ulama itu adalah KH Ma'ruf Amin, KH Sholahuddin Wahid, Prof Mahfud MD, KH HanIf Muslih, Habib Umar Mutohar.
Organisasi kepengasuhan pesantren sekilas tidak ada program kerja apa, kesannya hanya kumpul - kumpul saja, tapi jika lara kyai sudah kumpul maka akan muncul ide - ide luar biasa. MP3I selain merangkul para pengasuh pondok pesantren juga merangkul 2 majelis yang lain yaitu pengasuh majelis taklim dan pimpinan madrasah.
"Saat deklarasi di Jombang KH Sholahuddin berpesan agar jangan bentuk wilayah dan cabang dulu tapi untuk mendaftar dulu dalam bentuk yayasan. Pada tahun 2023 dimulailah pembentukan wilayah. Sampai saat ini sudah 4 wilayah yang dilantik yaitu Kudus, Kendal dan 7 Kabupaten di Solo Raya," ungkapnya.
"MP3I berusaha untuk memperjuangkan para kyai tradisional, yang mulai dari ngaji perorangan hingga bertambah kurang lebih 250 santri yang kemudian menjadi pesantren. MP31 lebih mendekati pesantren yang kecil tanpa mengabaikan yang besar karena yang besar biasanya sudah berkembang," pungkasnya. (Moh Fatkhurahman)
Sejarah MP3I
Ketua MPP MP3I KH Zaim Maksum menceritakan asal usul MP3I. "Dulu ada Forum Ulama dan Habaib, Saat Muktamar di Solo dan Makassar juga muncul. Istilah Forum Ulama dan Habaib muncul 5 tahunan saat muktamar saja, sementara visi misi para kiai tidak terbatas 5 tahun saja, maka pada tahun 2014 di Pondok Tebuireng Jombang para ulama bersepakat membentuk MP3I. Para ulama itu adalah KH Ma'ruf Amin, KH Sholahuddin Wahid, Prof Mahfud MD, KH HanIf Muslih, Habib Umar Mutohar.
Organisasi kepengasuhan pesantren sekilas tidak ada program kerja apa, kesannya hanya kumpul - kumpul saja, tapi jika lara kyai sudah kumpul maka akan muncul ide - ide luar biasa. MP3I selain merangkul para pengasuh pondok pesantren juga merangkul 2 majelis yang lain yaitu pengasuh majelis taklim dan pimpinan madrasah.
"Saat deklarasi di Jombang KH Sholahuddin berpesan agar jangan bentuk wilayah dan cabang dulu tapi untuk mendaftar dulu dalam bentuk yayasan. Pada tahun 2023 dimulailah pembentukan wilayah. Sampai saat ini sudah 4 wilayah yang dilantik yaitu Kudus, Kendal dan 7 Kabupaten di Solo Raya," ungkapnya.
"MP3I berusaha untuk memperjuangkan para kyai tradisional, yang mulai dari ngaji perorangan hingga bertambah kurang lebih 250 santri yang kemudian menjadi pesantren. MP31 lebih mendekati pesantren yang kecil tanpa mengabaikan yang besar karena yang besar biasanya sudah berkembang," pungkasnya. (Moh Fatkhurahman)
Informasi Berita Lainnya
Pelantikan MWC NU Kangkung 2026-2031, KH Mukh...
Kangkung, pcnukendal.com - Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Kangkung masa khidmah 2026–2031 resmi dilantik di Gedung MWC...
Silaturahmi Idulfitri LAZISNU Cepiring, Rois...
Cepiring, pcnukendal.com - Pengurus Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kecamatan Cepiring menggelar silaturahmi...
Pelantikan Kepala Sekolah Baru SMP NU 06...
Kaliwungu Selatan, pcnukendal.com - SMP NU 06 Kedungsuren, Kaliwungu Selatan, menggelar halalbihalal sekaligus pelantikan kepala sekolah baru masa...
Pembekalan Aswaja SMA NU 05 Brangsong, Kuatkan...
Brangsong, pcnukendal.com - Menjelang kelulusan, SMA NU 05 Brangsong menggelar Pembekalan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) bagi siswa kelas XII di...